Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Seorang petugas cleaning service ditemukan tewas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya, Kabupaten Bandung. Korban meregang nyawa setelah dihantam pelaku menggunakan kapak (sebelumnya ditulis palu).
Aksi berdarah tersebut diperkirakan terjadi pada Sabtu (3/1) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Namun, pihak rumah sakit baru menemukan jasad korban pada Minggu (4/1) sekitar pukul 04.30 WIB.
Pelaku pembunuhan sadis ini adalah kepala cleaning service RSUD Majalaya, Rendi alias Sambo (43). Sementara korbannya merupakan bawahannya sendiri, Fikri Ardiansyah (24).
Lokasi pembunuhan berada di sebuah gudang lantai dua gedung utama RSUD Majalaya. Gudang tersebut terletak tepat di sebelah toilet umum yang kerap digunakan pengunjung rumah sakit.
Pantauan infoJabar di lokasi, Senin (5/1/2026), akses menuju gudang tersebut telah ditutup kardus kulkas berukuran besar. Di bagian dalam, terdapat kursi yang digunakan untuk mengganjal kardus tersebut agar tidak bergeser.
Garis polisi tampak melintang di area tersebut. Dua pintu gudang kini tertutup rapat, namun bercak darah sisa kejadian tragis itu masih terlihat jelas di lantai.
“Lokasi kejadian di lantai 2, area pelayanan poliklinik. Aktivitas di sana hanya sampai jam 2 siang. Jadi setelah itu memang tidak ada kegiatan,” ujar Wakil Direktur Umum dan SDM RSUD Majalaya, Agus Heri Zukari, kepada awak media.
Agus mengungkapkan, status pelaku sebagai kepala dan korban sebagai pelaksana jasa kebersihan membuat keduanya memiliki akses bebas ke seluruh ruangan di rumah sakit.
“Kalau kita lihat, pelaku dan korban ini koordinator dan pelaksana. Jadi mereka bisa masuk ke mana saja. Mereka punya akses karena sudah biasa berada di lingkungan pekerjaannya,” katanya.
Ia menyebutkan, peristiwa itu terjadi saat jam pelayanan poliklinik sudah berakhir. Kondisi ini membuat area di sekitar lokasi kejadian sepi dari aktivitas sehingga aksi pelaku tidak langsung terdeteksi.
“Mengapa tidak langsung diketahui? Karena lokasinya memang sangat sepi jika pelayanan di lantai 2 sudah tutup,” pungkasnya.
