Teras Cihampelas dipastikan bakal dibongkar. Pemkot Bandung pun sudah menyiapkan skema relokasi untuk pada pedagang kaki lima (PKL) yang bakal kehilangan lapak usahanya.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, saat ini, rencana pembongkaran Teras Cihampelas akan diambil alih Pemprov Jawa Barat. Pemkot Bandung kata dia, ditugaskan untuk mengurus perizinan dari rencana pembongkaran tersebut.
“Teras Cihamplas kan dalam sebuah dialog saya sama Pak Dedi Mulyadi bilang, sama provinsi dibongkarnya tapi izin pembongkarannya dari kita. Ya udah, kita sedang mengupayakan izin pembongkaran sekarang,” kata Farhan, Selasa (13/1/2026).
“Tapi kita belum tahu, kita izin pembongkarannya saja. (Anggarannya?) Tergantung, belum belum ketemu detail,” tambahnya.
Untuk antisipasi, Pemkot Bandung pun telah menyiapkan skema relokasi bagi para PKL di Teras Cihampelas. Mereka nantinya akan dipindahkan ke area taman kolong Flyover Mochtar Kusumaatmadja atau Flyover Pasupati di kawasan Cihampelas.
“Para pelaku UMKM akan kita arahkan ke bawah nanti. Kemudian pedestrian beserta tiang sudah kita bersihkan. Kalau pembongkaran, ya pengennya cepet, tergantung dari izin karena semuanya ada 69 tiang,” ucapnya.
“Jadi untuk PKL, kita siapkan tempat khusus nanti di bawah (Flyoper) yang deket Hotel Grandia. Nanti kita jadiin salah satu tempat wisata kuliner lah di sana,” katanya menambahkan.
Sebelumnya, Farhan telah menyinggung soal nasib Teras Cihampelas. Ia menyebut area pedestrian melayang atau skywalk ikonik di Kota Bandung sudah layak dibongkar karena tidak mengantongi perizinan yang memadai.
Teras Cihampelas sudah menjalani loading test atau uji beban usai direncakan bakal direnovasi. Namun hasil uji beban itu menyatakan bahwa area, terutama di segmen 2 Teras Cihampelas jauh dari kata optimal.
