Di tengah isu yang terus mengiringi namanya, Federico Barba masih terlihat hadir dalam sesi latihan Persib Bandung. Bek asal Italia itu tetap mengenakan seragam latihan Maung Bandung dan mengikuti seluruh rangkaian program bersama rekan setimnya.
Namun, ada satu hal yang tak luput dari perhatian yakni perubahan suasana hati Barba yang tampak jelas di atas lapangan.
Gerakannya tak lagi seantusias biasanya. Ekspresi wajah Barba terlihat lebih datar, minim senyum, dan intensitasnya dalam berlatih pun terasa berbeda. Ia memang masih menjalankan instruksi pelatih, tetapi aura semangat yang sebelumnya kerap terpancar kini seolah meredup.
Barba diketahui tengah diterpa rumor kepindahan. Ia sempat mengakui adanya kendala adaptasi, ditambah urusan pribadi dengan keluarga yang membuatnya ingin kembali ke negaranya. Meski demikian, secara kontrak, pemain berusia 32 tahun itu masih terikat dengan Persib hingga akhir musim.
Perubahan mood Barba saat latihan turut menjadi perhatian bobotoh. Ketua Umum Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber), Dian Purnama, mengaku prihatin melihat kondisi sang pemain.
“Kita sebagai Bobotoh prihatin ya karena kelihatan banget Barba di latihan kurang semangat. Mudah-mudahan hal itu tidak menyulutkan semangat tim dalam meraih juara hattrick,” ujar pria yang akrab disapa Apin itu, Minggu (18/1/2026).
Meski begitu, Dian tetap optimistis Persib mampu menjaga fokus dan konsistensi hingga akhir musim. Ia menegaskan keyakinan bobotoh terhadap peluang Persib kembali meraih gelar juara.
“Menurut pandangan kami, insyaallah Persib di musim ini bisa kembali menjadi juara,” katanya.
Soal potensi gangguan terhadap keharmonisan tim, Dian tak menampik adanya kekhawatiran. Namun ia berharap situasi tersebut bisa dikelola dengan baik oleh jajaran tim pelatih.
“Khawatir pasti ada, tapi mudah-mudahan tidak menjadi hal yang merugikan untuk tim. Yang jelas kami akan terus mensuport tim, adapun hal demikian bisa diantisipasi oleh pelatih,” ucapnya.
Terkait rumor hengkang Barba, Dian memilih menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada manajemen dan tim pelatih. “Kita serahkan semuanya ke manajemen dan pelatih. Kita sebagai bobotoh hanya bisa mendukung di luar lapangan dan memberi semangat,” tuturnya.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Viking Farmasi, Kris Jelly. Menurutnya, perubahan mood pemain merupakan hal yang lumrah dalam dunia sepak bola, terlebih ketika seorang pemain tengah menghadapi persoalan pribadi.
“Kalau menurut tanggapan saya sebagai Bobotoh, perubahan mood Barba saat latihan itu hal yang wajar dalam sepak bola,” kata Kris.
Ia menduga kondisi tersebut dipengaruhi oleh beban pikiran Barba, terutama terkait keluarga dan pemberitaan media soal masa depannya. “Mungkin dia lagi banyak pikiran tentang keluarganya, terlebih banyak media yang memberitakan tentang kepindahan dia dari Persib ke klub negaranya,” ujarnya.
Kris menilai selama performa Barba di pertandingan resmi tidak menurun, situasi ini masih bisa dimaklumi. “Selama pas dimainkan di kompetisi liga atau ACL 2 performanya tidak turun atau jelek sih enggak apa-apa,” katanya.
Namun, jika perubahan mood itu nantinya berdampak pada penampilan di lapangan, Kris berharap manajemen dan pelatih bisa bergerak cepat mengambil langkah antisipasi.
“Tapi kalau nantinya perubahan mood ini mempengaruhi pas saat bertanding, harapan saya semoga Coach Bojan dan manajemen bisa bergerak lebih cepat mencari penggantinya, karena Persib butuh pemain yang profesional dan bagus, apalagi bermain di dua kompetisi dengan target juara liga dan melangkah jauh di Asia,” jelasnya.
Jikapun nantinya Barba benar-benar hengkang, Kris mengharapkan klub bisa mendatangkan pemain yang punya kualitas sama atau bahkan lebih baik dengan Federico Barba.
“Mudahan siapa pun nanti pengganti Barba, harus punya hati dan dedikasi 100 persen untuk tim, bisa tetap profesional sampai kontraknya selesai,” pungkasnya.
