Udara sejuk pegunungan Palutungan menyambut setiap langkah pengunjung yang datang ke Embun Sangga Langit. Di tempat ini, sebagian orang datang sekadar mencari tenang, sebagian lain ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk kota. Dari ketinggian, Waduk Darma terlihat membentang tenang, seolah menjadi latar alami bagi mereka yang ingin berhenti sejenak dari rutinitas.
Embun Sangga Langit tak menyuguhkan kesan wahana ramai atau hiruk pikuk wisata massal. Begitu memasuki area, pengunjung disambut suasana hijau dengan deretan pohon pinus dan tanaman hias. Setelah memarkir kendaraan, langkah kaki biasanya langsung mengarah ke kedai kopi yang berada di area depan.
Kedai kopi dua lantai itu menjadi ruang berkumpul sekaligus tempat jeda. Dari sana, pengunjung menikmati kopi sambil memandangi Waduk Darma, persawahan, dan perbukitan yang terbentang di kejauhan. Suasana sejuk membuat waktu terasa berjalan lebih lambat, memberi ruang bagi pengunjung untuk sekadar duduk dan menikmati pemandangan.
Dari kedai kopi, perjalanan berlanjut ke kolam ikan hias. Ratusan ikan berwarna cerah berenang di air jernih, menjadi pemandangan yang kerap membuat pengunjung berhenti lebih lama. Beberapa duduk di bebatuan sekitar kolam, menikmati momen hening yang jarang ditemukan di tengah kota.
Di area lain, tersedia wahana permainan seperti giant swing. Ayunan raksasa ini tak hanya menawarkan sensasi bermain, tetapi juga sudut pandang berbeda untuk menikmati panorama pegunungan dan Waduk Darma. Tak jauh dari sana, kandang burung merpati menjadi tempat singgah pengunjung sebelum melanjutkan perjalanan ke area glamping.
Deretan glamping di tepi perbukitan menawarkan pengalaman menginap dengan suasana alam terbuka. Lokasinya yang berada di dataran tinggi membuat suasana terasa lebih sunyi dan sejuk, cocok bagi mereka yang ingin menikmati malam tanpa bising kendaraan.
Pengelola Embun Sangga Langit, Aris Winata, menyebut tempat ini dirancang sebagai ruang terbuka yang fleksibel bagi siapa saja.
“Terletak di area Palutungan. Di sini kami menyediakan coffee shop dengan jenis kopi klasik dan modern. Ada juga beberapa wahana dan kolam ikan. Untuk glamping dengan kapasitas dua orang itu ada 15 glamping, ada juga yang kapasitas empat orang. Tiket masuknya gratis, jadi untuk bersantai atau makan saja bisa. Di sini juga ada panggung hiburan,” tutur Aris.
Di salah satu sudut kedai kopi, Ramadan (23) tampak menikmati secangkir kopi sambil memandang Waduk Darma dari kejauhan. Baginya, Embun Sangga Langit adalah tempat untuk menikmati suasana tanpa tekanan.
“Tempatnya enak, suasananya sejuk. Di sini untuk menikmati kopi saja bisa tanpa perlu membayar tiket masuk. Di sini kita juga bisa keliling, tempatnya juga luas, bisa lihat Waduk Darma juga dari sini,” tutur Ramadan.
Pengunjung lain, Adini, juga merasakan hal serupa. Ia datang untuk menikmati makanan dan minuman sambil meresapi udara pegunungan yang sejuk dan menyegarkan.
Embun Sangga Langit berlokasi di Jalan Palutungan, Desa Cisantana, Kabupaten Kuningan. Dari Kota Cirebon, lokasi ini dapat diakses melalui Jalan Raya Cirebon-Kuningan, dilanjutkan ke Jalan Cirendang, Jalan Gunung Keling, hingga Jalan Palutungan. Objek wisata ini buka setiap hari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.









