Museum kerap identik dengan ruang sunyi dan deretan koleksi statis. Namun, anggapan tersebut berusaha dipatahkan Museum Hall of Fame Jawa Barat. Di tempat ini, sejarah disajikan dengan cara yang lebih ‘hidup’, mengajak pengunjung mengenal tokoh-tokoh inspiratif Jawa Barat melalui pendekatan modern dan menarik.
Museum yang juga dikenal sebagai Panggung Inohong Jawa Barat ini berada di bawah pengelolaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat. Diresmikan pada 2016, ruang ini menjadi wadah penghormatan sekaligus pengenalan bagi para tokoh berpengaruh yang telah memberi kontribusi besar bagi daerahnya, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Museum Hall of Fame berlokasi di Lantai 1 Gedung Dispusipda Provinsi Jawa Barat, Jalan Kawaluyaan Indah II Nomor 4, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung. Museum ini buka setiap hari kerja pukul 08.00-17.00 WIB dan tutup pada hari Minggu serta libur nasional. Menariknya, pengunjung dapat menikmati seluruh fasilitas tanpa dipungut biaya alias gratis.
Daya Tarik yang Membuat Sejarah Terasa Dekat
Museum ini menghadirkan deretan tokoh asal Jawa Barat dari berbagai periode, mulai dari era pra-kemerdekaan hingga zaman modern. Sosok-sosok yang ditampilkan pun beragam, mencakup Pahlawan Nasional, tokoh agama, seniman, atlet, politikus, hingga pelaku usaha. Setiap tokoh diperkenalkan melalui profil singkat dan dokumentasi foto yang tersaji rapi di area pamer.
Tak sekadar menjadi ruang penghormatan, Hall of Fame Jawa Barat dirancang dengan sentuhan teknologi interaktif, tata cahaya yang atraktif, serta diorama peristiwa bersejarah. Konsep ini membuat pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan alur perjalanan sejarah Jawa Barat secara visual dan mudah dipahami.
Salah satu pengunjung, Fathan Mujadid, mengaku kunjungannya ke Museum Hall of Fame bermula dari ajakan sederhana teman-temannya. Awalnya, ia hanya penasaran dengan rekomendasi tersebut, namun pengalaman yang didapat justru jauh melampaui ekspektasi.
“Sebenarnya ke sini karena saran teman-teman. Katanya, ‘ke Dispusipda saja, tempatnya menarik dan bagus’. Akhirnya saya penasaran dan mengajak teman untuk membuktikannya sendiri,” ujar Fathan saat ditemui infoJabar, belum lama ini.
Menurut Fathan, daya tarik museum ini tidak hanya terletak pada bangunan atau tampilannya, tetapi pada penataan ruang yang mengalir dan mudah diikuti.
“Penataan ruangnya nyaman. Alur kunjungannya jelas, kita diajak melihat sejarah kerajaan terdahulu, lalu diarahkan ke bagian yang lebih modern. Jadi nggak bingung,” tambahnya.
Ia juga menilai kehadiran Museum Hall of Fame Jawa Barat sangat penting, terutama bagi generasi muda yang mulai mengalami penurunan pemahaman terhadap sejarah dan identitas daerah.
“Museum ini sangat penting untuk anak muda. Kita lihat sekarang banyak generasi muda yang mengalami kemerosotan pengetahuan, terutama soal kedaerahan. Hall of Fame ini menjadi media bagi kita untuk lebih mengasah pengetahuan terhadap sejarah daerah sendiri,” tutur Fathan.
Dari sekian banyak tokoh yang ditampilkan, sosok K.H. Zainal Mustafa menjadi figur yang paling membekas bagi Fathan. Ia merasa terinspirasi oleh perjuangan sang ulama dalam melawan penindasan kolonial hingga harus mengorbankan nyawanya.
“Tokoh yang paling menginspirasi saya K.H. Zainal Mustafa. Perjuangan beliau luar biasa, wah banget. Seorang ulama yang gigih memperjuangkan kemerdekaan dan melawan penindasan kolonial sampai dieksekusi di Jakarta. Karena saya juga seorang santri, sosok beliau benar-benar menjadi inspirasi sekaligus penyemangat bagi saya,” ungkapnya.
Bagi Fathan, Museum Hall of Fame Jawa Barat memiliki keunikan tersendiri dibandingkan museum lain, terutama dari konsep penyajiannya yang terasa modern dan dekat dengan generasi masa kini. Ia bahkan memberikan nilai sempurna untuk pengalaman kunjungannya.
Menutup perbincangan, Fathan menyampaikan pesan sederhana namun bermakna bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya generasi muda.
“Pokoknya, ayo ke sini! Tidak akan rugi. Museum ini salah satu tempat terbaik untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru. Apalagi masuknya gratis, jadi tidak ada alasan untuk tidak belajar sejarah daerah kita sendiri,” tutupnya sambil tersenyum.
Agar kunjungan ke Museum Hall of Fame Jawa Barat semakin nyaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Dengan mengikuti ketentuan tersebut, pengunjung dapat menikmati museum dengan lebih tertib dan nyaman. Bagi siapa pun yang ingin mengenal lebih dekat sekaligus menghargai tokoh-tokoh berprestasi asal Jawa Barat, Museum Hall of Fame menjadi destinasi edukatif yang patut dikunjungi.
Tips Berkunjung
Ia juga menilai kehadiran Museum Hall of Fame Jawa Barat sangat penting, terutama bagi generasi muda yang mulai mengalami penurunan pemahaman terhadap sejarah dan identitas daerah.
“Museum ini sangat penting untuk anak muda. Kita lihat sekarang banyak generasi muda yang mengalami kemerosotan pengetahuan, terutama soal kedaerahan. Hall of Fame ini menjadi media bagi kita untuk lebih mengasah pengetahuan terhadap sejarah daerah sendiri,” tutur Fathan.
Dari sekian banyak tokoh yang ditampilkan, sosok K.H. Zainal Mustafa menjadi figur yang paling membekas bagi Fathan. Ia merasa terinspirasi oleh perjuangan sang ulama dalam melawan penindasan kolonial hingga harus mengorbankan nyawanya.
“Tokoh yang paling menginspirasi saya K.H. Zainal Mustafa. Perjuangan beliau luar biasa, wah banget. Seorang ulama yang gigih memperjuangkan kemerdekaan dan melawan penindasan kolonial sampai dieksekusi di Jakarta. Karena saya juga seorang santri, sosok beliau benar-benar menjadi inspirasi sekaligus penyemangat bagi saya,” ungkapnya.
Bagi Fathan, Museum Hall of Fame Jawa Barat memiliki keunikan tersendiri dibandingkan museum lain, terutama dari konsep penyajiannya yang terasa modern dan dekat dengan generasi masa kini. Ia bahkan memberikan nilai sempurna untuk pengalaman kunjungannya.
Menutup perbincangan, Fathan menyampaikan pesan sederhana namun bermakna bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya generasi muda.
“Pokoknya, ayo ke sini! Tidak akan rugi. Museum ini salah satu tempat terbaik untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru. Apalagi masuknya gratis, jadi tidak ada alasan untuk tidak belajar sejarah daerah kita sendiri,” tutupnya sambil tersenyum.
Agar kunjungan ke Museum Hall of Fame Jawa Barat semakin nyaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Dengan mengikuti ketentuan tersebut, pengunjung dapat menikmati museum dengan lebih tertib dan nyaman. Bagi siapa pun yang ingin mengenal lebih dekat sekaligus menghargai tokoh-tokoh berprestasi asal Jawa Barat, Museum Hall of Fame menjadi destinasi edukatif yang patut dikunjungi.







