Nama Indihiang menempati posisi unik dalam peta toponimi Tasikmalaya, bahkan di lingkup Jawa Barat. Hingga kini, nama Indihiang hanya dikenal sebagai nama kecamatan di Kota Tasikmalaya dan nyaris tidak ditemukan di wilayah lain.
Keunikan ini memunculkan pertanyaan, dari mana asal nama Indihiang dan apa makna yang dikandungnya?
Sejumlah sumber dan literatur menyebut Indihiang diduga berasal dari gabungan kata indi atau hindi yang dalam bahasa Sunda lama merujuk pada asal-usul, serta kata hiang atau hyang yang berarti leluhur atau entitas sakral. Dengan demikian, Indihiang kerap ditafsirkan sebagai tempat yang berkaitan dengan awal mula kesucian atau jejak spiritual masa lampau.
Namun, penafsiran ini tidak sepenuhnya bebas dari pro-kontra. Sebab, sejauh ini belum ditemukan arsip kolonial Belanda atau naskah kuno yang secara eksplisit mencatat Indihiang sebagai situs sakral atau pusat ritual tertentu. Dalam peta dan laporan administrasi Hindia Belanda, nama Indihiang muncul murni sebagai penanda wilayah administratif, bukan kawasan budaya istimewa.
Berdasarkan penelusuran infoJabar, sejumlah warga menyebut nama Indihiang tidak terlepas dari keberadaan situs cagar budaya Lingga Yoni di Kelurahan Sukamaju Kidul. Jejak peninggalan zaman Hindu-Buddha ini berupa batu berbentuk lesung lengkap dengan alu-atau yang oleh masyarakat Sunda disebut jubleg dan halu.
Menurut juru pelihara Situs Lingga Yoni, Rusliana, batu Lingga Yoni ini merupakan peninggalan abad ke-13. Temuan ini menjadi penanda adanya peradaban manusia di wilayah Tasikmalaya pada masa tersebut.
“Toponimi Indihiang menurut saya sangat erat kaitannya dengan situs Lingga Yoni ini. Nuansa peradaban Hindu-Buddha sangat kental dalam nama Indihiang,” kata Rusliana, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, Indihiang berasal dari kata hindi atau indi yang berarti tempat atau merujuk pada Hindu. “Sementara hyang sudah jelas merujuk pada sesuatu yang sakral atau Tuhan,” tuturnya.
Rusliana menambahkan bahwa menyelisik toponimi terkadang membawa kita pada persimpangan antara sejarah, bahasa, dan ingatan kolektif. “Namun setidaknya, jika kita paham sejarah dan maknanya, banyak pelajaran yang bisa kita petik,” ujarnya.
Henli Yeni, yang juga juru pelihara situs Lingga Yoni, membenarkan bahwa nama Indihiang berkaitan erat dengan keberadaan situs tersebut. Bahkan menurut Yeni, situs Lingga Yoni ini pada masanya disebut sebagai Kuil Indihiang atau Indi Hyang.
“Menurut orang tua, nama Kecamatan Indihiang berasal dari situs ini yang dulu namanya Kuil Indi Hyang,” pungkas Yeni.
Menurut juru pelihara Situs Lingga Yoni, Rusliana, batu Lingga Yoni ini merupakan peninggalan abad ke-13. Temuan ini menjadi penanda adanya peradaban manusia di wilayah Tasikmalaya pada masa tersebut.
“Toponimi Indihiang menurut saya sangat erat kaitannya dengan situs Lingga Yoni ini. Nuansa peradaban Hindu-Buddha sangat kental dalam nama Indihiang,” kata Rusliana, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, Indihiang berasal dari kata hindi atau indi yang berarti tempat atau merujuk pada Hindu. “Sementara hyang sudah jelas merujuk pada sesuatu yang sakral atau Tuhan,” tuturnya.
Rusliana menambahkan bahwa menyelisik toponimi terkadang membawa kita pada persimpangan antara sejarah, bahasa, dan ingatan kolektif. “Namun setidaknya, jika kita paham sejarah dan maknanya, banyak pelajaran yang bisa kita petik,” ujarnya.
Henli Yeni, yang juga juru pelihara situs Lingga Yoni, membenarkan bahwa nama Indihiang berkaitan erat dengan keberadaan situs tersebut. Bahkan menurut Yeni, situs Lingga Yoni ini pada masanya disebut sebagai Kuil Indihiang atau Indi Hyang.
“Menurut orang tua, nama Kecamatan Indihiang berasal dari situs ini yang dulu namanya Kuil Indi Hyang,” pungkas Yeni.
