Menangkap Peluang Emas Beternak Ayam Petelur di Indramayu

Posted on

Kabupaten Indramayu selama ini identik dengan julukan ‘Lumbung Padi Nasional’ yang mendukung program Swasembada Pangan Presiden RI Prabowo Subianto. Meski sektor pertanian padi mendominasi, peluang ekonomi di bidang peternakan di wilayah ini ternyata tak kalah prospektif.

Salah satu sektor yang mulai dilirik adalah budi daya ayam petelur. Dibandingkan dengan padi, usaha ini dinilai memiliki perputaran modal yang lebih cepat dengan tingkat risiko yang relatif lebih rendah.

Di tengah minimnya pelaku sukses di sektor ini, Arif Rofiuddin (30), pemuda asal Desa Panyingkiran Kidul, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, berani merintis usaha dengan keyakinan besar. Ayah satu anak ini menggantungkan harapan masa depan keluarganya pada usaha ayam petelur yang baru dirintisnya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Selain menambah keterampilan, usaha ini membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Harapannya bisa terus berkembang di bidang peternakan, khususnya ayam petelur,” tutur Arif saat ditemui di rumahnya, Kamis (8/1/2026).

Usaha tersebut terbilang masih seumur jagung, namun mental Arif patut diacungi jempol. Pada langkah awal Oktober 2025, ia langsung membeli 600 ekor ayam petelur sekaligus membangun kandang dan menyediakan pakan. Beberapa bulan kemudian, ia menambah populasi ayamnya sebanyak 600 ekor. Kini, Arif mengelola total 1.200 ekor ayam.

Menurut Arif, pada masa awal pemeliharaan, ayam membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan kandang sehingga produksi telur belum maksimal. “Awalnya ayam masih beradaptasi. Produksi telur baru sekitar 50 persen; dari 600 ekor baru menghasilkan kurang lebih 300 butir per hari,” ungkapnya.

Arif mengakui berwirausaha tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ia harus memastikan kandang tetap nyaman, menjaga kesehatan ayam, serta menjamin ketersediaan air dan pakan.

Untuk pemasaran, Arif menjual telur-telur tersebut seharga Rp29.000 per kilogram, sedikit di bawah harga pasar. Mayoritas pembelinya adalah pelaku usaha kuliner kecil. “Kami pasarkan ke warung-warung, penjual nasi goreng, seblak, usaha rumahan, hingga ibu rumah tangga,” katanya. Ia berharap usahanya mendapat pendampingan berkelanjutan dari pemerintah agar tetap konsisten.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heriyanto, melalui Kepala Bidang Produksi Peternakan, Anri Heriyanto, menyebut Indramayu memiliki modal besar untuk pengembangan ayam petelur.

“Indramayu kaya akan bahan pakan seperti jagung, dedak, dan ikan. Ini keunggulan tersendiri, apalagi kebutuhan telur masyarakat terus meningkat,” ujar Anri, Kamis (8/1/2026).

Untuk mendorong minat peternak, Pemkab Indramayu telah menyiapkan program pelatihan budidaya, bantuan bibit, hingga penyediaan sarana kandang yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu.

Anri menegaskan komitmen Pemkab dalam mendukung Swasembada Pangan Nasional melalui penguatan sumber protein hewani. Upaya ini meliputi pembinaan peternak, pelayanan kesehatan hewan, hingga distribusi ternak kepada masyarakat. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mendongkrak populasi dan produksi ternak, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Indramayu.