Mauricio Souza Kritik Kualitas Pertandingan Persib Vs Persija

Posted on

Persija Jakarta harus mengakui keunggulan tuan rumah Persib Bandung pada laga pekan terakhir putaran pertama Liga 1 2025/2026. Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026), Macan Kemayoran takluk tipis 0-1.

Gol cepat Beckham Putra pada menit ke-5 menjadi pembeda dalam duel sarat gengsi tersebut. Situasi Persija kian sulit setelah dipaksa bermain dengan 10 orang sejak menit ke-54, menyusul kartu merah yang diterima Bruno Tubarao.

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, melontarkan kritik keras terhadap mutu permainan usai laga. Ia menilai duel klasik Persib vs Persija kali ini jauh dari ekspektasi, baik secara teknis maupun taktis.

“Bagi saya ini pertandingan yang sangat mengecewakan. Sangat lemah, baik secara teknis maupun taktis. Penonton datang untuk menyaksikan sepak bola, tapi mereka hampir tidak melihat permainan itu sama sekali,” ujar Mauricio.

Mauricio menilai kedua tim gagal menciptakan banyak peluang. Meski mengakui Persib dihuni pemain berkualitas, ia menganggap secara keseluruhan laga berlangsung di level rendah.

“Secara teknis, mereka punya pemain bagus. Namun, permainan itu sendiri memiliki tingkat teknik sangat rendah. Kita tahu Bandung tim dengan pertahanan solid, tapi mereka hanya mencoba bermain lewat serangan balik,” ucapnya.

Mauricio juga menyebut kekalahan Persija akibat kesalahan individu pemainnya. “Kami kalah karena dua kesalahan individu. Itulah analisis saya, hasilnya tidak sesuai harapan,” tegasnya.

Terkait atmosfer stadion, pelatih asal Brasil itu mengapresiasi tinggi Bobotoh yang memadati GBLA. Ia menyebut dukungan suporter membuat tensi laga berjalan sangat intens.

“Para penggemar menyuguhkan atmosfer luar biasa. Kami tahu stadion ini selalu penuh, apalagi ini perebutan posisi puncak klasemen. Jadi, kami sudah menduga laga akan sangat intens,” katanya.

Di sisi lain, Mauricio menyoroti ritme permainan yang kerap terhenti akibat keputusan wasit. Hal itu dinilainya menghambat intensitas pertandingan.

“Saya ingin melihat permainan lebih intens di Indonesia. Tapi itu sulit terjadi jika laga sering berhenti. Setiap ada pelanggaran, wasit terlalu lama berbicara dengan pemain. Ironisnya, di akhir laga ia hanya memberi tambahan waktu empat menit,” keluhnya.

Mengenai kartu merah Bruno Tubarao, Mauricio mengakui keputusan wasit sudah tepat. Meski demikian, ia menyayangkan adanya pelanggaran lawan yang luput dari hukuman serupa.

“Kartu merah itu tepat. Saya hanya menyayangkan pemain Bandung tidak mendapat kartu kuning saat melakukan pelanggaran dari belakang. Lalu Bruno bereaksi kekanak-kanakan, dia memang pantas diusir keluar,” pungkasnya.