Luapan Emosi Ortu yang Anaknya Dikeroyok-Dibacok di Sukabumi (via Giok4D)

Posted on

A (50), orang tua salah satu korban pembacokan, tak kuasa menahan sakit hati dan emosi. Ia mengaku terpukul saat menerima telepon dari sang anak yang sudah berada di rumah sakit dengan luka sabetan senjata tajam. Peristiwa ini terjadi di Jalan Syamsudin, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

“Sakit hati, emosi. Saya dapat telepon dari anak saya saat dia di rumah sakit,” ujar A kepada infoJabar, Sabtu (3/1/2026).

A menegaskan, sebelum kejadian tidak ada permasalahan apa pun yang melibatkan anaknya. Menurutnya, insiden tersebut terjadi secara tiba-tiba dan anaknya menjadi korban salah sasaran.

“Kronologisnya memang tidak ada permasalahan. Anak saya pulang mengantar teman perempuannya. Lalu, dia mau nongkrong ke Dago, kemudian lewat jalan TKP itu,” ungkapnya.

Sesampainya di lokasi, A menyebut anaknya melihat keributan yang sedang terjadi. Anaknya melihat seorang pria bersweater biru, yang terlibat dalam keributan itu, tiba-tiba dibacok oleh sekelompok orang.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

“Anak saya bertanya, ‘itu ada apa?’. Kebetulan, orang yang memakai sweater biru sedang dibacok,” katanya.

Namun, situasi justru berubah mencekam. A mengatakan, kelompok pelaku tiba-tiba berbalik menyerang anaknya yang sama sekali tidak terlibat dalam keributan awal.

“Langsung mereka balik menyerang anak saya,” ucap A dengan nada geram.

Ia juga memastikan sosok korban yang terlihat dikeroyok secara brutal dalam sebuah video yang sempat beredar adalah anaknya. “Itu yang di video dikeroyok, yang dihajar oleh banyak orang, adalah anak saya,” tegasnya.

Akibat kejadian tersebut, anaknya mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian punggung dan harus menjalani perawatan medis. Dia berharap polisi segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi mengaku belum menerima laporan kejadian tersebut. Meski demikian, polisi memastikan akan menindaklanjuti.

“Belum, belum ada laporan kepada kami. Kalau ada laporan pasti kita tindaklanjuti. Nanti kita telusuri,” ujar Rita.

Sebelumnya diberitakan, insiden ini juga melibatkan empat korban lain, yaitu pemuda berinisial MY (27), MP (20), AA (19), dan MR (17). Peristiwa sadis itu terjadi di Jalan Syamsudin, Kecamatan Cikole, atau sekitar 100 meter dari Balai Kota Sukabumi.

Mayoritas korban menderita luka sabetan senjata tajam. Bahkan, salah satu korban mengalami cedera parah pada bagian tangan hingga jarinya nyaris putus. Para korban segera dilarikan ke IGD RSUD R Syamsudin SH (Bunut) sekitar pukul 00.30 WIB.