Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur memicu bencana tanah longsor dan banjir di sejumlah titik di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Longsor terparah menerjang jalur sabuk Geopark Ciletuh, tepatnya di Jalan Raya Bagbagan-Kiaradua, Kecamatan Simpenan. Selain menutup akses jalan, material longsor berupa tanah dan lumpur pekat menyebabkan sejumlah kendaraan terjebak di kawasan Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.
Puluhan kendaraan roda dua maupun roda empat tak berkutik akibat roda terbenam material longsoran yang licin dan dalam. Merespons situasi tersebut, Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Sukabumi yang sedang berjaga di lokasi langsung turun tangan.
Petugas berjibaku mengevakuasi kendaraan yang terjebak dengan cara didorong. Polisi bersama warga bahu-membahu mendorong mobil bak terbuka dan membantu pengendara motor melintasi kubangan lumpur. Petugas juga membantu mengamankan anak-anak dan penumpang perempuan saat kendaraan mereka dievakuasi dari jebakan lumpur.
Selain di Cimapag, longsor besar juga terjadi di Kampung Cisarakan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Di titik ini, material tanah menutup total badan jalan nasional penghubung Palabuhanratu-Pajampangan.
Kapolsek Simpenan AKP Bayu Sunarti Agustina menyebut jalur tersebut lumpuh total dan belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Longsor dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi, kontur tanah yang labil, serta kondisi perbukitan di sepanjang jalur Bagbagan-Kiaradua,” ujar Bayu dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).
Saat ini, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan Forkopimcam, Tagana, P2BK, dan BPBD untuk mengevakuasi material. Namun, upaya pembersihan terkendala hujan yang masih mengguyur sehingga memicu longsor susulan yang terus menutup jalan.
Sementara itu, hujan deras juga memicu banjir di wilayah Kelurahan Palabuhanratu. Air merendam rumah warga, salah satunya kediaman Iis, Ketua RT 04 Kelurahan Palabuhanratu.
“Sudah langganan, setiap hujan deras pasti begini. Catatan saya ada warga yang kondisinya lebih parah, dihuni oleh lansia,” kata Iis.
Genangan air masuk hingga ke dalam rumah dan merendam perabotan. Kawasan tersebut memang menjadi titik langganan banjir setiap kali hujan deras mengguyur.
“Longsor dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi, kontur tanah yang labil, serta kondisi perbukitan di sepanjang jalur Bagbagan-Kiaradua,” ujar Bayu dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).
Saat ini, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan Forkopimcam, Tagana, P2BK, dan BPBD untuk mengevakuasi material. Namun, upaya pembersihan terkendala hujan yang masih mengguyur sehingga memicu longsor susulan yang terus menutup jalan.
Sementara itu, hujan deras juga memicu banjir di wilayah Kelurahan Palabuhanratu. Air merendam rumah warga, salah satunya kediaman Iis, Ketua RT 04 Kelurahan Palabuhanratu.
“Sudah langganan, setiap hujan deras pasti begini. Catatan saya ada warga yang kondisinya lebih parah, dihuni oleh lansia,” kata Iis.
Genangan air masuk hingga ke dalam rumah dan merendam perabotan. Kawasan tersebut memang menjadi titik langganan banjir setiap kali hujan deras mengguyur.







