Kabupaten Indramayu tidak hanya dikenal sebagai Kota Mangga, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang menggugah selera. Salah satu sajian yang kerap diburu pencinta makanan tradisional adalah pindang gombyang kepala ikan manyung, menu andalan daerah pantai utara (pantura) Jawa Barat ini.
Bagi sebagian orang, pindang gombyang bukan sekadar hidangan, melainkan pengobat rindu. Aroma kuahnya yang segar berpadu dengan rasa asam, pedas, dan gurih kerap terlintas di ingatan, terutama bagi mereka yang pernah mencicipinya langsung di tempat asalnya.
Rumah Makan (RM) Panorama yang terletak di Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, menyajikan pindang gombyang sebagai menu andalan. Sayangnya, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk datang langsung ke Indramayu dan menikmatinya di rumah makan legendaris tersebut.
Namun, kerinduan itu tetap bisa disiasati. Dengan bahan dan cara yang relatif sederhana, pindang gombyang kepala ikan manyung bisa diolah sendiri di rumah. Meski rasanya mungkin tak sepenuhnya sama, setidaknya sensasi khasnya masih dapat dinikmati.
Pemilik RM Panorama Warto menuturkan bahwa menu ini justru lahir dari kesederhanaan. Kepala ikan manyung yang dulu kerap dipandang sebelah mata, bahkan dianggap limbah, ternyata menyimpan potensi rasa yang luar biasa.
“Dulu kepala ikan manyung itu tidak ada nilainya, cuma diambil dagingnya saja. Tapi setelah diolah, ternyata rasanya enak dan banyak yang suka,” ujarnya kepada infoJabar, Kamis (15/1/2026).
Warto berbagi sedikit rahasia dalam mengolah kepala ikan manyung. Karena ukurannya cukup besar, kepala ikan yang sudah dibersihkan perlu dibelah menjadi dua bagian secara vertikal agar bagian dalam matang merata dan bumbu lebih mudah meresap.
Setelah dipotong, kepala ikan dikukus terlebih dahulu sebelum dimasak bersama kuah bumbu. Proses ini membantu mengurangi aroma amis sekaligus menjaga tekstur ikan tetap lembut. Untuk kuahnya, kata Warto, bumbu yang digunakan tergolong mudah ditemukan di dapur.
Perpaduan kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih, lengkuas, kemiri, kacang tanah, asam jawa, tomat, dan cabai rawit menjadi kunci utama cita rasa pindang gombyang. Takaran bumbu dapat disesuaikan dengan selera masing-masing, baik ingin lebih pedas, asam, maupun gurih.
Dari hidangan yang dulu dianggap sederhana hingga kini menjadi ikon kuliner daerah, pindang gombyang membuktikan bahwa kelezatan bisa lahir dari bahan yang tak terduga. Warto pun mengajak wisatawan untuk mampir ke rumah makan miliknya. “Silakan datang ke RM Panorama dan nikmati pindang gombyang terbaik di sini,” ucapnya.
Salah satu pengunjung, Hadi (45), sengaja membawa keluarga besarnya untuk menikmati hidangan ini. “Lagi makan siang sama anak cucu. Menurut saya, pindang gombyang paling enak di sini. Saya sudah berkali-kali ke sini,” ujar Hadi.
Bagi Anda yang ingin mencoba membuatnya sendiri, berikut bahan-bahan yang perlu dipersiapkan ala RM Panorama:
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.






