Di tengah maraknya selai impor, sebuah rumah produksi di jantung Kota Bandung berhasil mempertahankan eksistensinya selama hampir satu abad. Negro Brand, produsen selai yang berdiri sejak 1930-an, tetap menjadi primadona berkat konsistensi resep turun-temurun dan kualitas yang terjaga.
Berlokasi di Jl. Veteran No. 48, Kebon Pisang, toko ini memang tidak tampak mencolok atau dipenuhi antrean yang mengular. Namun, para pelanggan datang silih berganti, membuktikan loyalitas terhadap produk rumahan legendaris ini.
Kunci keberlangsungan Negro Brand terletak pada kemurnian bahan baku. Tanpa pengawet sintetis, tekstur dan rasa selai ini dikenal autentik oleh lintas generasi. Keunggulan inilah yang membuat produk mereka tetap relevan meski tanpa promosi besar-besaran.
Negro Brand kini bahkan mampu menjangkau konsumen baru berkat konten rekomendasi di media sosial. “Baru pertama kali coba, tahu dari YouTube,” ujar Lilis, salah satu pembeli yang datang karena penasaran.
Lilis sengaja datang untuk mencari bahan pelengkap kue. “Saya ingin mencoba membuat isian nastar. Dapat rekomendasi dari YouTube untuk beli selai di sini,” ungkapnya.
Setali tiga uang, Dewi, konsumen setia lainnya, mengakui kualitas Negro Brand yang tak pernah berubah. “Saya sudah lama langganan di sini, memang kualitasnya selalu dijaga,” jelasnya.
Tak hanya selai manis, toko ini juga menyediakan olahan bumbu masakan, seperti bumbu gado-gado dan aneka bumbu lainnya. Strategi diversifikasi ini memperluas segmentasi pasar mereka, mulai dari ibu rumah tangga hingga pengusaha kue.
Bagi masyarakat yang ingin mencicipi rasa legendaris Bandung ini, Negro Brand menawarkan variasi harga yang beragam, mulai dari Rp16.000 hingga Rp90.000, tergantung jenis dan ukuran kemasan.
Lilis sengaja datang untuk mencari bahan pelengkap kue. “Saya ingin mencoba membuat isian nastar. Dapat rekomendasi dari YouTube untuk beli selai di sini,” ungkapnya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Setali tiga uang, Dewi, konsumen setia lainnya, mengakui kualitas Negro Brand yang tak pernah berubah. “Saya sudah lama langganan di sini, memang kualitasnya selalu dijaga,” jelasnya.
Tak hanya selai manis, toko ini juga menyediakan olahan bumbu masakan, seperti bumbu gado-gado dan aneka bumbu lainnya. Strategi diversifikasi ini memperluas segmentasi pasar mereka, mulai dari ibu rumah tangga hingga pengusaha kue.
Bagi masyarakat yang ingin mencicipi rasa legendaris Bandung ini, Negro Brand menawarkan variasi harga yang beragam, mulai dari Rp16.000 hingga Rp90.000, tergantung jenis dan ukuran kemasan.







