Aksi keji terjadi di Kabupaten Thane, Maharashtra, India. Seorang perempuan lanjut usia diduga membunuh menantu perempuannya sendiri.
Hal itu dipicu perebutan uang duka dan peluang pekerjaan pemerintah peninggalan sang anak yang sudah meninggal.
Dilansir siliconartists dari NDTV, korban bernama Rupali Vilas Gangurde (35). Suaminya, Vilas, seorang pegawai kereta api, meninggal pada September 2025. Sejak saat itu, Rupali menerima uang duka sekitar Rs 9-10 lakh (sekitar Rp 167-186 juta). Dana inilah yang diduga memantik konflik berkepanjangan dengan sang ibu mertua, Latabai Natha Gangurde (60).
Menurut polisi, Latabai menuntut agar uang duka tersebut diserahkan kepadanya. Perselisihan juga merambah soal pekerjaan jalur belas kasih (compassionate grounds). Latabai ingin cucunya yang masih berusia 15 tahun memperoleh posisi tersebut, sementara Rupali mengajukan diri sebagai pengganti mendiang suaminya.
Perkara ini mencuat pada hari pertama Tahun Baru. Polisi menerima laporan tentang seorang perempuan dengan luka parah di kepala dan wajah yang ditemukan tergeletak di dekat Jembatan Waldhuni, kawasan Kalyan. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Awalnya, kasus ini dicatat sebagai kematian tidak wajar.
Situasi berubah ketika Latabai mendatangi kantor polisi dan melaporkan menantunya hilang sejak pukul 08.00 pagi. Ia bahkan mengidentifikasi jasad yang ditemukan sebagai Rupali. Namun, keterangan tersebut justru menimbulkan kejanggalan. Setelah didalami tim kejahatan yang dipimpin Inspektur Vijay Naik, cerita Latabai mulai runtuh.
Hasil penyelidikan mengungkap Latabai bersekongkol dengan seorang temannya, Jagdish Mahadev Mhatre (67), untuk menghabisi nyawa Rupali. Keduanya diduga memukul korban dengan batang besi pada malam sebelumnya hingga tewas di tempat. Usai kejadian, mereka membersihkan noda darah, mengganti pakaian korban, lalu membuang jasadnya di dekat jembatan untuk mengelabui aparat.
Asisten Komisaris Polisi Kalyan Division, Kalyanji Gete, menyebut kejahatan ini didorong oleh keserakahan dan ambisi menguasai uang serta pekerjaan pemerintah. Upaya melaporkan korban sebagai orang hilang dinilai sebagai siasat untuk menyesatkan penyelidikan.
Berkat kerja cepat dan intensif, kasus ini berhasil diungkap dalam waktu kurang dari 24 jam. Latabai dan Jagdish kini telah ditahan dan dijerat pasal pembunuhan serta menghilangkan barang bukti.
Artikel ini telah tayang di siliconartists
