Proses normalisasi Sungai Sukalila, Kota Cirebon, mengungkap cerita tak terduga. Seorang pria yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ditemukan tinggal di bawah kolong jembatan aliran sungai tersebut.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon yang menerima informasi tersebut langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Kepala Seksi Kesiapsiagaan Operasi dan Penyelamatan Kebakaran DPKP Kota Cirebon Nurjaman menceritakan awalnya petugas hadir di lokasi untuk mengawal jalannya normalisasi sungai. Namun, saat itu petugas justru mendapatkan laporan terkait adanya keberadaan seorang pria diduga ODGJ di kolong jembatan tersebut.
“Kami hadir di situ untuk mendukung program pemerintah Kota Cirebon terkait dengan pengerukan sedimentasi. Tapi kami mendapat laporan bahwa ada pria diduga ODGJ yang tinggal di kolong jembatan. Kami diminta untuk mengevakuasi,” kata Nurjaman saat dikonfirmasi, Senin (26/1/2026).
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Berdasarkan informasi warga sekitar, kata Nurjaman, pria itu ternyata sudah cukup lama mendiami kolong jembatan tersebut.
“Informasi dari warga dia sudah lama berada di situ. Saat kami cek memang betul dia ada di bawah jembatan sungai Sukalila dan selama ini belum ada yang bisa mengevakuasi,” ucapnya.
Proses evakuasi pun berlangsung tidak mudah. Petugas harus berhadapan dengan medan yang sulit, licin, dan ruang gerak yang terbatas.
“Medannya memang cukup sulit, ada kemiringan. Kemudian posisinya di kolong jembatan, ada arus air. Sehingga kita perlu pertimbangan yang matang untuk bisa mengevakuasi,” jelas Nurjaman.
Tak hanya kendala medan, petugas juga kesulitan menjalin komunikasi dengan pria tersebut. “Secara komunikasi tidak nyambung,” tambahnya.
Meski pria itu sulit diajak bicara, petugas tidak kehabisan akal. Pendekatan humanis dilakukan demi keselamatan pria tersebut. Petugas mencoba membujuknya dengan menawarkan makanan dan kopi agar mau keluar dari bawah jembatan.
“Kita coba bujuk, kita tawari makan dan kopi. Waktu itu dia respons dan kita bujuk untuk naik ke atas,” katanya.
Nurjaman menekankan, keselamatan pria tersebut menjadi prioritas utama. Mengingat posisinya di bawah jembatan sangat berisiko bagi keselamatannya.
“Mau bagaimanapun dia manusia jadi harus diperlakukan sebagai manusia. Kalau di situ kan keselamatan dia terancam. Khawatir terbawa arus sungai, belum lagi kalau ada binatang reptil, ular dan lain sebagainya,” tegas Nurjaman.
Dengan penuh kehati-hatian, petugas menggunakan peralatan seadanya seperti tali dan selang sebagai panduan di ruang sempit tersebut.
Setelah melalui proses negosiasi dan evakuasi, pria tersebut akhirnya berhasil dibawa ke permukaan. “Proses evakuasi 10 menit, negosiasinya 7 menitan,” ungkapnya.
Usai dievakuasi, DPKP langsung berkoordinasi dengan tim PSC 119 dan Satpol PP. Rencananya, pria tersebut akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut.
“Kita koordinasi dengan PSC 119 dan Satpol PP. Mungkin nanti dilanjutkan ke Dinas Sosial,” pungkas Nurjaman.
