Puasa Ramadhan 2026 menjadi momen yang paling dinanti umat Islam. Memasuki akhir Januari, masyarakat mulai mencari informasi terkait kapan puasa Ramadhan 2026 dimulai dan berapa hari lagi menuju awal Ramadhan 1447 Hijriah.
Berdasarkan perhitungan kalender, awal puasa Ramadhan 2026 diperkirakan tinggal sekitar 28 hingga 29 hari lagi. Meski demikian, seperti tahun-tahun sebelumnya, penetapan awal puasa berpotensi berbeda antara organisasi kemasyarakatan Islam dan pemerintah.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan 1447 H menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang merujuk pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Metode ini menitikberatkan pada perhitungan astronomi dan prinsip kesatuan matlak global, sehingga penetapan awal bulan Hijriah berlaku serentak di seluruh dunia.
Berdasarkan hasil hisab tersebut, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Dengan metode yang sama, Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, apabila puasa berlangsung selama 30 hari.
Sementara itu, penetapan awal puasa Ramadhan 2026 oleh pemerintah akan dilakukan melalui Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag).
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Sidang Isbat memadukan metode hisab dan rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik pemantauan di Indonesia.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyahr, menyampaikan bahwa meskipun kalender Hijriah pemerintah mengarah pada 19 Februari 2026, kepastian resmi awal Ramadhan tetap menunggu hasil Sidang Isbat.
Nahdlatul Ulama (NU) pada umumnya menetapkan awal Ramadhan berdasarkan hasil rukyatul hilal dan mengikuti keputusan resmi Kementerian Agama.
Sidang Isbat penetapan awal Ramadhan 1447 H dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, dengan melibatkan ulama, ahli astronomi, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.
Puasa Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momentum memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta mempererat kepedulian sosial.
Menjelang bulan suci, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri dengan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, meningkatkan salat sunnah, dan memperkuat niat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih.







