Kalkulasi Biaya Kota Bandung Buang Sampah 200 Ton ke Daerah Lain

Posted on

Pemkot Bandung mengambil jalan untuk membuang sampah ke daerah di Jawa Barat. Hal ini dilakukan setelah wilayah berjuluk Kota Kembang tersebut bakal mengalami potensi krisis sampah mulai Januari 2026.

Kebijakan ini pun dilakukan sesuai kesepakatan dengan daerah yang jadi tujuan pembuangan sampah Kota Bandung. Namun sebagian konsekuensinya, Pemkot harus merogoh anggaran kompensasi untuk menjalankan kebijakan ini.

“Ada kompensasi, sekitar Rp 385 ribu per ton,” kata Kadis Lingkungan Hidup Kota Bandung Darto, Selasa (6/1/2026).

Untuk diketahui, mulai 12 Januari 2026, ancaman krisis sampah itu diprediksi akan terjadi. Kota Bandung dalam sehari bisa mencatat timbulan sampah hingga 1.500 ton.

Lalu, kuota pembuangan sampah Kota Bandung ke TPA Sarimukti sebelumnya mencapai 1.200 ton per hari. Namun di tengah jalan, kebijakan itu mengalami penurunan menjadi 980 ton per hari.

Setelah muncul krisis pada akhir 2025, Pemkot Bandung mendapatkan relaksasi dari hasil lobi untuk pembuangan sampah ke TPA Sarimukti menjadi 1.200 ton kembali. Namun pada 2026, kebijakan itu sudah tidak bisa dijalankan lagi sehingga volume pembuangan sampah Kota Bandung kembali menjadi 980 ton per hari.

Masalahnya, Kota Bandung baru bisa mengolah sampah secara mandiri sebanyak 300-an ton per hari. Dengan kondisi tersebut, artinya, ada sekitar 200 ton sampah per hari yang tidak diolah ataupun dibuang ke TPA Sarimukti.

Jika dikalkulasikan, maka Pemkot Bandung harus merogoh kocek sekitar Rp 77 juta per hari untuk pembuangan sampah ini. Sementara, rencana ini ditargetkan bisa berjalan selama 3 bulan.

“Rp 385 ribu per ton dikali 200 berarti sekian. Anggaran yang tersedia begitu ya. Nanti berapa yang terkirim kita hitung aja. Itu untuk memastikan bahwa yang 200 ton ini dalam tanda kutip belum kita kita olah, kita sudah aman, sambil menunggu alat pengolahan dan pemusnahan sampah yang itu,” ujarnya.

Berdasarkan kalkulasinya, jumlah timbulan sampah di Kota Bandung saat ini mencapai 1.500 ton per hari. Sampah yang bisa terbuang ke TPA Sarimukti mencapai 980 ton per hari, sehingga menyisakan sekitar 520 ton sampah per harinya.

Kota Bandung kata Darto baru bisa mengolah sampah secara mandiri mencapai 328 ton per hari. Dengan kondisi tersebut, sampah yang tidak bisa diproses mencapai 192 ton per harinya.

“Nah, itu yang akan kita kejar. Teknologi yang akan kita tambah itu bisa untuk mengolah 117 ton plus 63 ton dari program Gaslah. Berarti kan udah 223 ton tuh, sehingga setelah itu selesai kita bisa mandiri mengolah sampah dengan target 2026 ini selesai pekerjaannya,” pungkasnya.