Pengendara mengeluhkan jalan di Bundaran Tugu Lampu Gentur yang rusak dan dipenuhi lubang. Kondisi tersebut dinilai membahayakan, terlebih saat hujan deras, sebab genangan air menutupi lubang jalan.
Pantauan infoJabar, bagian jalan dengan kerusakan terparah berada di bagian timur yang merupakan akses masuk dari Jalan Ir H Juanda (Selakopi).
Bahkan, beberapa lubang memiliki diameter mencapai 40 sentimeter dengan kedalaman lebih dari 5 sentimeter.
Tampak kendaraan, terutama mobil sedan, melambatkan laju kendaraan saat melewati jalur utama menuju Puncak tersebut agar bodi mobil tidak membentur lubang.
Akibatnya, arus lalu lintas di bundaran tersebut menjadi padat dan menimbulkan antrean kendaraan.
M Faisal (20), salah seorang pengendara, menyayangkan kondisi jalan protokol yang rusak, terlebih Bundaran Tugu Lampu Gentur merupakan wajah Cianjur.
“Dari arah Puncak, begitu masuk ke Cianjur, yang pertama kali dilihat adalah bundaran ini. Namun, jalanannya rusak. Disayangkan, Tugu Lampu Genturnya diperbaiki dan dipercantik, tapi jalannya jelek,” kata Faisal.
Menurut dia, kondisi tersebut dapat membahayakan, bahkan dapat menimbulkan kecelakaan. “Tadi saja ada sepeda motor dan mobil berhenti mendadak, karena tidak tahu jalannya rusak parah. Hampir terjadi kecelakaan. Kalau dibiarkan, bisa jadi terjadi tabrakan di lokasi tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Cianjur Eri Rihardiar mengatakan kerusakan jalan tersebut terjadi sekitar sebulan lalu dan semakin parah akibat hujan.
“Aspalnya mudah terkikis karena hujan. Akibatnya, kerusakannya semakin parah,” ujar Eri.
Menurut Eri, Pemkab sudah merencanakan perbaikan jalan di Bundaran Tugu Lampu Gentur. “Perbaikan sudah kami rencanakan dan akan kami lakukan secepatnya. Ini termasuk perbaikan drainase agar tidak ada genangan air dan usia jalan lebih lama,” tuturnya.







