Lokomotif KA Menoreh relasi Semarangtawang – Pasarsenen yang mengalami kecelakaan berhasil dievakuasi. Namun, imbas dari insiden tersebut membuat belasan perjalanan kereta api mengalami keterlambatan.
Sebelumnya, lokomotif KA Menoreh terlibat kecelakaan dengan sebuah truk pada Rabu (21/1) pukul 02.47 WIB di KM 201+400 petak jalan antara Stasiun Babakan – Waruduwur.
Muhibbuddin Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon mengatakan, evakuasi terhadap lokomotif KA Menoreh dilakukan oleh para petugas KAI dengan menggunakan Railway Crane yang didatangkan dari Dipo Lokomotif Cirebon.
“Setelah selesai dilakukan evakuasi, kondisi jalan rel di jalur hilir yang mengalami kerusakan dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Setelah dinyatakan aman, jalur hilir dapat dilewati KA dengan kecepatan terbatas 40 km perjam. Secara berangsur-angsur kecepatan KA akan dinaikan sampai kecepatan normal seiring dengan kondisi jalur yang semakin membaik,” ujar Muhib.
“Untuk jalur hulu hanya dilakukan penutupan sementara saat proses evakuasi berlangsung. Setelah selesai evakuasi langsung dapat dilewati KA dengan kecepatan normal,” tambah Muhib.
1. Ka 245B Majapahit relasi Malang – Pasarsenen
2. Ka 145B Blambangan Ekspress relasi Surabayapsarturi – Pasarsenen
3. Ka 253 Kertajaya relasi Surabayapsarturi – Pasarsenen
4. Ka 165 Dharmawangsa relasi Surabayapsarturi – Pasarsenen
5. Ka 23 Argo Merbabu relasi Semarangtawang – Gambir
6. PLB 177B Manoreh relasi Semarangtawang – Pasarsenen
7. Ka 217 Kaligung relasi Semarangponcol – Cirebonprujakan
8. Ka 17 Argo Sindoro relasi Semarangtawang – Gambir
9. PLB 180B Tawang jaya Premium relasi Pasarsenen – Semarangtawang
10. Ka 26 (Argo Merbabu relasi Gambir – Semarangtawang
11. Plb 178b Tawangjaya Premium Pasarsenen – Semarangtawang
12. Ka 218 Kaligung relasi Cirebonprujakan – Semarangponcol
KAI Daop 3 Cirebon menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan penumpang yang menyebabkan kelambatan kedatangan sampai di tempat tujuan.
KAI Daop 3 Cirebon juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga proses penanganan bisa dilaksanakan lebih cepat.
“Kepada para pengguna jalan raya kami mengimbau agar lebih disiplin dan berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang dengan berhenti terlebih dahulu, tengok kanan dan kiri, setelah aman baru berjalan. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” kata Muhib.
Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kompol Mangku Anom Sutresno mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi saat truk tangki mengalami mogok tepat di atas rel. Pada saat bersamaan, KA Menoreh tengah melaju dari arah timur menuju barat.
“Truk mengalami gangguan mesin saat mendekati perlintasan. Begitu berada di atas rel, kendaraan mati total dan tidak bisa digerakkan,” ujar Anom saat meninjau lokasi kejadian.
Anom menyebut masinis KA Menoreh telah membunyikan semboyan peringatan saat melihat adanya kendaraan di atas rel. Namun, jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
“Masinis sudah memberikan peringatan. Sopir truk juga menyadari kereta sudah dekat, tapi kondisi kendaraan tetap tidak bisa berjalan untuk meninggalkan rel,” jelasnya.
Menyadari tabrakan tak terelakkan, sopir truk memilih menyelamatkan diri dengan melompat keluar dari kendaraannya sesaat sebelum benturan terjadi. “Sopir berupaya meninggalkan kendaraannya, namun masih terkena dampak benturan,” ungkap Anom.
Akibat insiden ini, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka, yakni sopir truk, masinis, dan asisten masinis KA Menoreh. Seluruh korban langsung dievakuasi ke RSUD Waled untuk mendapatkan perawatan medis. “Ada tiga korban luka ringan dan saat ini masih dalam penanganan medis,” kata Anom.
