Hilang Saat Jajan, Bocah 6 Tahun di Tasik Diduga Terseret Arus Selokan

Posted on

Upaya pencarian terhadap Zaydan (6) bocah yang hilang saat berjalan menembus genangan banjir di Kampung Cibaregbeg, Kelurahan Tugujaya Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, Jumat (2/1/2026) sore, berlanjut hingga Sabtu (3/1/2026) siang ini.

Meski tak ada saksi yang melihat langsung anak bungsu pasangan Ali Darsono dan Delia itu terseret arus banjir di selokan, namun tim gabungan melakukan penyisiran di saluran air selebar 1 meter tersebut.

Koordinator Lapangan Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman mengatakan pihaknya menerjunkan 17 personil untuk menyisir saluran air.

“Kami bagi tiga tim, di sekitar TKP, di jalur dan di hilir saluran,” kata Harisman.

Selokan yang diduga menjadi lokasi Zaydan terseret arus air memanjang membelah kawasan pusat Kota Tasikmalaya. Hilir saluran ini menuju irigasi Cikalang hingga ke Sungai Citanduy.

Petugas bahkan sampai masuk ke dalam gorong-gorong untuk mencari keberadaan Zaydan.

“Kami masih berusaha melakukan pencarian, semoga membuahkan hasil,” kata Harisman.

Kapolsek Cihideung Kompol Rusdiyanto mengatakan merunut keterangan saksi-saksi, muncul dugaan jika Zaydan hilang akibat terseret arus selokan yang berada di samping kantor Kelurahan Tugujaya.

“Kami menerima informasi anak yang hilang pada saat diajak oleh ibunya yang sedang melakukan verifikasi terkait bantuan sosial. Ketika anak itu sedang menunggu ibunya melakukan verifikasi anak itu pengen jajan dan diantar oleh kakaknya jajan di warung yang jaraknya 20 meter,” kata Rusdiyanto.

Saat jajan itulah, Zaydan meninggalkan warung. Dia bilang ke kakaknya untuk kembali ke ibunya di Kantor Kelurahan.

Tapi setelah selesai jajan, Janisa, kakak korban, yang kembali ke ibunya di Kantor Kelurahan tak mendapati Zaydan. Janisa menyebut Zaydan pulang duluan, sementara Delia juga mengira Zaydan masih bersama kakaknya. Kepanikan pun akhirnya terjadi.

Gambaran situasi di jalan antara Kantor Kelurahan dan warung saat itu sedang banjir akibat luapan selokan. Ketinggian air mencapai 25 sentimeter, dengan arus yang cukup deras.

“Untuk dugaan itu (hanyut terseret arus selokan) memang pada saat kejadian kondisi cuaca sedang hujan besar kemudian saluran air meluap sampai ke jalan. Anak tersebut sehari-harinya tidak sering ke sini, sehingga yang bersangkutan itu tidak paham betul kondisi di sekitar lingkungan Kelurahan Tugujaya,” kata Rusdiyanto.

Dia menambahkan saat ini upaya pencarian masih dilakukan. Sepanjang saluran di sisir dan setiap pintu air diperiksa.

“Hasil pengecekan saat kejadian memang pintu-pintu air yang ada, dalam keadaan terbuka. Karena memang kondisi saluran air penuh, kalau seandainya pintu tertutup mengakibatkan luapan air di perkotaan,” kata Rusdiyanto.

Sementara itu Ali Darsono, bapak Zaydan mengaku hanya bisa berharap anaknya bisa segera ditemukan.

“Kalau hanyut mudah-mudahan bisa cepat ditemukan, kalau diculik tolong dikembalikan,” kata Ali.

Saat kejadian Ali tidak berada di lokasi, dia masih sibuk bekerja. Dia menjelaskan saat ini tinggal di Kecamatan Tamansari, tapi dokumen kependudukannya masih tercatat warga Kelurahan Tugujaya. Sehingga pengurusan verifikasi penerima Bansos dilakukan di Kelurahan Tugujaya.

“Iya kemarin itu, istri saya lagi mengurus data Bansos ke Kelurahan. Dia diantar sama anak saya yang besar dan yang kecil juga ikut,” kata Ali.