Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat, Singgih Hermawan mengunjungi kediaman keluarga Sugianto di Kabupaten Indramayu, Senin (13/1/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, untuk memberikan perhatian khusus kepada pekerja migran berprestasi.
Kehadiran Kepala BP3MI Jawa Barat menjadi bentuk penghargaan negara terhadap Sugianto, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang melakukan aksi penyelamatan terhadap tujuh orang lanjut usia, saat terjadi kebakaran hutan di Yeongdeok, Gyeongsang Utara, Korea Selatan pada Maret 2025 lalu.
Singgih Hermawan disambut langsung oleh istri serta kedua orang tua Sugianto. Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan bantuan berupa tabungan pendidikan senilai Rp20 juta, yang diperuntukkan bagi anak-anak Sugianto.
Bantuan itu diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pendidikan keluarga selama Sugianto masih bekerja di luar negeri.
Singgih menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan Sugianto merupakan cerminan nilai kemanusiaan, dan kepedulian sosial yang patut diapresiasi.
“Kami hadir di sini untuk menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa bangga kami yang mendalam. Apa yang dilakukan saudara Sugianto adalah tindakan luar biasa. Beliau tidak hanya bekerja, tetapi juga menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi,” ujarnya.
Ia menilai keberanian tersebut tidak hanya membawa kebanggaan bagi keluarga, tetapi juga mengharumkan nama daerah asal serta Indonesia di tingkat internasional.
Menurut Singgih, aksi heroik Sugianto turut memperkuat citra positif pekerja migran Indonesia, sebagai individu yang berintegritas dan berjiwa sosial tinggi di negara penempatan.
Dalam kesempatan yang sama, Singgih Hermawan juga melakukan panggilan video dengan Sugianto yang masih berada di Korea Selatan.
Melalui percakapan singkat tersebut, ia menyampaikan dukungan serta apresiasi secara langsung atas tindakan yang telah dilakukan.
Sugianto menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian P2MI dan BP3MI Jawa Barat atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada keluarganya di Indramayu.
Ia juga berpesan kepada pada PMI agar menyiapkan mental dan tidak mudah menyerah saat bekerja di luar negeri.
“Khusus sektor fishing agar mempersiapkan mental, dan tidak mudah menyerah dengan kondisi pekerjaan yang nanti akan dihadapi, jangan kabur sebelum selesai kontrak,” ucap Sugianto, dalam video call tersebut.
Aksi penyelamatan yang dilakukannya diharapkan dapat menjadi teladan bagi pekerja migran Indonesia lainnya, untuk tetap menjunjung nilai kemanusiaan di mana pun berada.







