Nasib Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo hingga kini masih abu-abu. Semenjak tutup operasional pada Agustus 2025, publik banyak menantikan kapan area wisata edukasi satwa itu kembali dibuka seperti biasa.
Kabar terbaru, pemerintah saat ini sedang mematangkan kebijakan untuk nasib Bandung Zoo. Ada tiga opsi yang sedang dipertimbangkan yaitu tetap mempertahankan konsep Bandung Zoo seperti sekarang, kebun binatang dengan satwa yang lebih sedikit namun menjadi ruang terbuka hijau, atau hanya menjadi ruang terbuka hijau semata.
Kini, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kembali menegaskan soal penanganan nasib Bandung Zoo. Pihaknya mengaku tak ingin terburu-buru menentukan nasib area wisata tersebut karena perlu mengedepankan aspek kehati-hatian dengan mempertimbangkan aspek sejarah, lingkungan, serta kepentingan masyarakat.
“Pembahasan ini tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena menyangkut aset daerah, satwa dilindungi, serta kepentingan publik yang luas,” kata Farhan dalam keterangannya dikutip Sabtu (16/1/2026).
Pemkot Bandung pun menegaskan belum ada keputusan final terkait arah kebijakan pengelolaan Bandung Zoo. Pemkot sedang mengkaji bersama Pemprov Jawa Barat dan Pemerintah Pusat untuk memastikan kebijakan yang diambil berada dalam koridor kewenangan masing-masing pihak.
Meski demikian, Pemkot menyatakan Bandung Zoo merupakan aset milik daerah. Sementara pengawasan satwa dilindungi berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan provinsi.
Pemkot Bandung pun memastikan, selama proses kajian berlangsung, Bandung Zoo tetap berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang dapat diakses masyarakat dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Keberadaan kawasan ini juga dipandang memiliki nilai historis dan ekologis yang perlu dijaga bersama.
Farhan menambahkan, kebijakan yang akan diambil nantinya harus mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, penghormatan terhadap nilai sejarah, serta kebutuhan masyarakat Kota Bandung.
“Kami ingin memastikan kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan jangka panjang kota dan warganya,” pungkasnya.







