Era Baru PSIT Cirebon: Asep Sholeh Resmi Ambil Alih Kepemilikan Klub

Posted on

Angin perubahan berembus dari Kota Udang. Persatuan Sepakbola Indonesia Tjirebon (PSIT Cirebon), klub yang menjadi denyut nadi sepak bola masyarakat Cirebon, resmi memasuki babak baru. Tongkat estafet kepemilikan kini beralih ke Asep Sholeh, pengusaha yang dikenal memiliki kecintaan mendalam terhadap dunia sepak bola.

Akuisisi klub dilakukan secara profesional, ditandai dengan penandatanganan dokumen kepemilikan. Momen ini bukan sekadar pergantian manajemen, melainkan simbol lahirnya harapan baru bagi PSIT dan para pendukung setianya.

Saat ini, PSIT Cirebon masih berjuang di kompetisi Liga 4 Seri 2. Posisi tersebut mungkin belum mencerminkan kejayaan masa lalu. Namun bagi manajemen baru, kondisi ini justru menjadi titik awal untuk menata ulang arah dan masa depan klub.

“Liga 4 Seri 2 adalah pijakan awal kami. Dari sinilah PSIT akan kami bangun secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Asep Sholeh optimistis, Senin (12/1/2026).

Bagi Asep, sepak bola bukan sekadar bisnis. Kecintaannya pada olahraga si kulit bundar tumbuh seiring pengalamannya mengelola berbagai lini bisnis. Ia meyakini prestasi di lapangan hijau hanya bisa lahir dari fondasi manajerial yang kuat di luar lapangan.

Fokus utama manajemen adalah membenahi tata kelola klub. Profesionalisme, transparansi, dan sistem kerja yang sehat menjadi prioritas agar PSIT tidak lagi berjalan tanpa arah, melainkan memiliki visi yang jelas.

Namun, mimpi Asep tak berhenti pada tim utama. Ia memandang masa depan PSIT ada pada talenta muda putra daerah. Karena itu, pembentukan PSIT Academy menjadi salah satu program strategis jangka panjang yang disiapkan.

Ia menegaskan, akademi tersebut akan menjadi pusat pembinaan pemain usia dini, khususnya talenta asal Cirebon dan sekitarnya. Dari sana, diharapkan lahir generasi baru pemain PSIT yang tidak hanya mumpuni secara teknis, tetapi juga memiliki loyalitas tinggi terhadap klub.

“Kami tidak ingin PSIT hanya bergantung pada pemain instan. PSIT Academy adalah investasi jangka panjang agar klub ini memiliki regenerasi yang berkesinambungan,” tegasnya.

Ke depan, manajemen juga akan membangun sistem kompetisi internal yang menghubungkan akademi dengan tim senior. Dengan begitu, jalur pembinaan pemain menjadi lebih jelas sekaligus menciptakan iklim persaingan sehat di dalam klub.

“Di tengah berbagai rencana besar ini, saya menyadari satu hal penting bahwa sepak bola tak akan hidup tanpa dukungan publik. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen sepak bola Cirebon, mulai dari pemain, ofisial, suporter, hingga masyarakat untuk kembali bersatu mendukung PSIT,” paparnya.

Mengusung semangat “Era Baru Sepak Bola Kota Udang Dimulai”, PSIT Cirebon diharapkan tidak hanya naik level kompetisi, tetapi juga kembali menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Kota Cirebon.