Puluhan calon pengantin asal Garut, diduga tertipu jasa *wedding organizer* (WO). Kerugian ditaksir mencapai setengah miliar rupiah. Polisi kini sedang menanganinya.
“Benar bahwa kami sedang menangani perkara tersebut. Sudah ada laporan pengaduan dari masyarakat,” kata Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin, Senin (12/1).
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Kasus puluhan calon pengantin yang diduga ditipu pemilik jasa wedding organizer (WO) ini mencuat ke publik setelah sejumlah korbannya buka suara di media sosial.
Menurut informasi yang dihimpun, korban dalam kejadian ini mencapai 40 orang. Namun, menurut Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi, sejauh ini ada tiga orang yang melaporkan kasus ini secara resmi.
“Hingga Senin sore, total ada tiga orang yang melapor,” kata Adi.
Berdasarkan pendataan pihak korban sendiri, kerugian dalam kasus ini mencapai Rp549.437.500. Kerugian tersebut terdiri dari kerugian klien senilai Rp421.757.500 dan kerugian vendor pernikahan yang diduga sebesar Rp127.680.000.
K, salah seorang korban, menuturkan ia sedianya akan menikah dengan sang kekasih pada bulan Desember. Namun, pernikahan batal karena keberadaan AM (27), pemilik WO, tidak diketahui.
“Kalau ditanya malu, ya pasti malu. Saya menunggu itikad baiknya tapi sampai sekarang belum ada,” ungkap perempuan berusia 25 tahun itu.







