Dalih Pemerintah Kota Bandung yang menjadikan hasil loading test di bawah kapasitas sebagai dasar rencana pembongkaran Teras Cihampelas kini menuai kritik. Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bandung, Radea Respati, menilai alasan tersebut justru membuka persoalan yang jauh lebih mendasar, bagaimana proyek Teras Cihampelas dibangun sejak awal.
Sebelumnya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut hasil uji beban, khususnya pada segmen 2 Teras Cihampelas, tidak memenuhi standar kelaikan. Pernyataan itu kemudian dijadikan salah satu pijakan untuk wacana pembongkaran bangunan ikonik tersebut.
Namun bagi Radea, jika memang terdapat fakta dan data bahwa struktur bangunan tidak mampu menahan beban sesuai standar, maka fokus evaluasi seharusnya tidak berhenti pada hasil uji semata.
“Pertanyaannya sederhana: apakah sejak awal ada pelanggaran spesifikasi, underspec, atau ketidaksesuaian dengan kriteria teknis? Kalau iya, ini bukan sekadar soal kapasitas, tapi soal tanggung jawab pembangunan,” ujar Radea, Rabu (7/1/2026).
Ia menegaskan, pembangunan pemerintah bersifat berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu periode kepemimpinan. Karena itu, setiap proyek harus dapat dipertanggungjawabkan kapan pun, termasuk ketika muncul persoalan teknis di kemudian hari.
Radea juga mengkritik sikap pemerintah yang dinilainya terkesan melempar tanggung jawab dengan menyalahkan persoalan administratif seperti SLF, PBG, maupun hasil loading test yang ukurannya dinilai tidak dijelaskan secara terbuka ke publik.
“Kalau langsung menyalahkan kapasitas tanpa upaya revitalisasi maksimal, ini berbahaya. Bisa menimbulkan persepsi buruk, bahkan dugaan KKN dalam proses pembangunannya,” katanya.
Menurutnya, pemerintah seharusnya bersikap lebih jujur dengan mengakui keterbatasan dalam mengelola dan memaksimalkan fungsi Teras Cihampelas.
Apabila bangunan dinilai tidak lagi bermanfaat atau tidak dapat digunakan, maka mekanisme yang tepat adalah melalui pengelolaan barang milik daerah (BMD), dengan pengajuan pemusnahan secara resmi kepada wali kota sebagai penguasa BMD.
“Bukan dengan narasi seolah-olah bangunan ini gagal semata karena loading test,” tegasnya.
Radea bahkan menilai Teras Cihampelas masih memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan, salah satunya sebagai museum tematik. Ia berharap Pemkot Bandung tidak terburu-buru mengambil langkah pembongkaran tanpa kajian menyeluruh dan transparan.
“Tidak perlu kapasitas besar. Pengunjung bisa berjalan dari awal sampai akhir, dikelola Disbudpar. Bandung justru bisa punya museum modern di ruang publik,” pungkasnya.







