Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat angkat bicara merespons kritik dari Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PKB, Maulana Yusuf Erwinsyah, terkait pelaksanaan Anugerah Gapura Pancawaluya 2025. Ajang yang digelar pada 30 Desember 2025 itu sebelumnya disorot karena total anggaran hadiah mencapai Rp30 miliar, yang disorot karena bersumber dari APBD 2026.
Disdik Jabar menegaskan, penyelenggaraan Anugerah Gapura Pancawaluya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan instrumen kebijakan strategis untuk mempercepat transformasi pendidikan karakter secara masif di Jawa Barat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan generasi Jawa Barat yang unggul dan berkarakter.
“Anugerah Gapura Pancawaluya adalah instrumen untuk mendorong budaya sekolah dan pembinaan karakter peserta didik. Penghargaan berfungsi sebagai insentif bagi sekolah untuk terus meningkatkan mutu lingkungan belajar mereka,” ujar Purwanto dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).
Purwanto menekankan, penghargaan ini diberikan kepada satuan pendidikan yang dinilai berhasil mengimplementasikan nilai-nilai karakter dasar secara konsisten di lingkungan sekolah, bukan berdasarkan penilaian sesaat.
Menanggapi sorotan terkait keterlibatan jenjang pendidikan dasar, Purwanto menjelaskan bahwa peran Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersifat strategis dalam menjaga kesinambungan nilai pendidikan karakter.
Meski secara kewenangan manajerial SD dan SMP berada di bawah kabupaten/kota, Pemprov Jabar memiliki fungsi pembinaan dan sinkronisasi kebijakan nilai-nilai strategis di sektor pendidikan. Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Nomor: 45/PK.03.03/KESRA tentang 9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Pancawaluya.
Selain itu, nilai-nilai Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer dasar hukumnya diatur dalam Perda Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.
“Kami ingin memastikan nilai karakter tidak terputus secara struktural. Provinsi menjalankan fungsi sinkronisasi agar penguatan karakter ini mengakar sejak jenjang dasar hingga menengah, baik di bawah naungan Disdik maupun Kemenag,” ungkapnya.
Menjawab kritik dugaan proses yang instan dan kurang transparan, Disdik Jabar menegaskan bahwa seluruh tahapan Anugerah Gapura Pancawaluya 2025 telah dirancang dan dilaksanakan secara sistematis sejak pertengahan tahun.
Tahapan tersebut meliputi sosialisasi masif ke seluruh kabupaten/kota pada Agustus hingga September 2025, dilanjutkan proses pendaftaran dan verifikasi administrasi hingga Oktober 2025. Penilaian tahap awal dilakukan pada November 2025, sementara pendalaman praktik baik berlangsung pada Desember 2025 sebelum puncak penganugerahan.
“Kami menilai bukan hasil instan saat acara berlangsung, melainkan praktik baik pendidikan karakter yang sudah konsisten dijalankan oleh satuan pendidikan di lapangan,” tegas Purwanto.
Disdik Jabar juga menghargai kritik dan pengawasan dari DPRD Jawa Barat. Menurut Purwanto, pengawasan tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi kebijakan publik agar semakin tepat sasaran.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
“Kami memiliki visi filosofis yang sama dengan DPRD mengenai pentingnya nilai Pancawaluya. Kami sangat terbuka untuk dialog lanjutan guna memastikan program ini semakin tepat sasaran, transparan, dan berdampak luas bagi dunia pendidikan di Jawa Barat,” tutupnya.
Disdik Tegaskan Proses Terukur
Terbuka Terhadap Kritik
Menjawab kritik dugaan proses yang instan dan kurang transparan, Disdik Jabar menegaskan bahwa seluruh tahapan Anugerah Gapura Pancawaluya 2025 telah dirancang dan dilaksanakan secara sistematis sejak pertengahan tahun.
Tahapan tersebut meliputi sosialisasi masif ke seluruh kabupaten/kota pada Agustus hingga September 2025, dilanjutkan proses pendaftaran dan verifikasi administrasi hingga Oktober 2025. Penilaian tahap awal dilakukan pada November 2025, sementara pendalaman praktik baik berlangsung pada Desember 2025 sebelum puncak penganugerahan.
“Kami menilai bukan hasil instan saat acara berlangsung, melainkan praktik baik pendidikan karakter yang sudah konsisten dijalankan oleh satuan pendidikan di lapangan,” tegas Purwanto.
Disdik Jabar juga menghargai kritik dan pengawasan dari DPRD Jawa Barat. Menurut Purwanto, pengawasan tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi kebijakan publik agar semakin tepat sasaran.
“Kami memiliki visi filosofis yang sama dengan DPRD mengenai pentingnya nilai Pancawaluya. Kami sangat terbuka untuk dialog lanjutan guna memastikan program ini semakin tepat sasaran, transparan, dan berdampak luas bagi dunia pendidikan di Jawa Barat,” tutupnya.
Disdik Tegaskan Proses Terukur
Terbuka Terhadap Kritik







