Curhat Warga Sukabumi Tak Dapat Penanganan Maksimal di Puskesmas

Posted on

Media sosial dihebohkan dengan keluhan seorang warga mengenai pelayanan kesehatan di Puskesmas Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Keluhan tersebut bermula dari unggahan akun Facebook Alfarizie Saputra di grup komunitas ‘Cikidang Beautiful Zone’.

Dalam unggahannya, ia menceritakan kekecewaannya lantaran sang ayah yang dibawa dalam kondisi darurat diduga tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai.

Peristiwa ini dikonfirmasi oleh Eris Rusdianto (46), anak dari pasien tersebut. Eris menuturkan bahwa kejadian bermula pada Senin (19/1) malam, saat ia dan keluarga membawa ayahnya yang berusia 75 tahun dari kediamannya di Desa Bumisari menuju Puskesmas Cikidang.

Perjalanan yang ditempuh tidaklah mudah. Mereka harus menempuh waktu sekitar 1,5 jam dari pelosok desa demi mendapatkan pertolongan medis.

“Bapak itu dadanya sesak, menggigil, badannya panas, dan muntah-muntah. Kondisinya dari rumah di kampung juga sudah sangat mengkhawatirkan,” ujar Eris saat dihubungi infoJabar, Kamis (22/1/2026).

Setibanya di Puskesmas Cikidang sekitar pukul 20.30 WIB, harapan keluarga untuk mendapatkan penanganan intensif pupus. Eris menyebut, tenaga medis yang bertugas saat itu hanya memberikan obat sebanyak empat butir dan menyarankan pasien untuk dibawa pulang.

“Keluarga bertanya, tidak ada penanganan lain atau rawat inap? Dijawab cuma dikasih obat saja. Katanya kalau nanti terasa sakit lagi, baru disuruh kembali ke Puskesmas. Bagaimana kami mau berpikir untuk pulang, sedangkan kondisi orangtua sudah ‘repot’ (kritis) dan butuh penanganan intensif,” tutur Eris.

Khawatir dengan kondisi sang ayah yang tak kunjung membaik dan enggan mengambil risiko kembali ke rumah yang jauh, keluarga akhirnya berinisiatif membawa pasien ke praktik dokter swasta terdekat.

Perbedaan penanganan pun dirasakan keluarga. Di tempat praktik dokter swasta tersebut, pasien langsung mendapatkan tindakan medis berupa penguapan (nebulizer) untuk meredakan sesak napasnya.

Berdasarkan pemeriksaan dokter tersebut, pasien didiagnosa mengalami masalah pada paru-paru dan jantung, serta komplikasi lambung kronis.

“Di dokter swasta langsung ditangani cepat, langsung diuap. Pertanyaan saya, kalau memang butuh penanganan serius seperti itu, kenapa di Puskesmas malah disuruh pulang? Ini menyangkut nyawa orang,” keluh Eris.

Menanggapi viralnya keluhan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menyatakan belum menerima laporan rinci mengenai insiden itu.

“Saya belum melihat (postingan viral tersebut). Nanti saya akan konfirmasi terlebih dahulu ke Kepala Puskesmas terkait,” kata Masykur singkat saat dihubungi.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih memantau kondisi pasien yang dikabarkan belum sepenuhnya stabil dan masih mengalami sesak napas.