Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Kabupaten Ciamis bukanlah daerah tujuan wisata di Jawa Barat. Tak seperti Pangandaran dengan pantainya atau Garut yang terkenal dengan pemandian air panasnya. Tapi Kabupaten Ciamis punya alam yang alami dengan segala potensinya.
Sektor pariwisata Ciamis sempat mengalami penurunan kala Pangandaran dengan pantainya memisahkan diri. Namun lambat laun, pariwisata Ciamis mulai bangkit. Sedikit demi sedikit, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Ciamis kembali meningkat.
Bangkitnya sektor wisata Ciamis tak terlepas dari upaya berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, desa dan juga masyarakat. Tak ada investor besar yang masuk untuk mengelola wisata, melainkan peran serta masyarakat melalui karang taruna dan desa wisata mampu mendongkrak pariwisata di Ciamis. Ditambah dengan dukungan Pemkab Ciamis melalui Dinas Pariwisata dalam peningkatan fasilitas, promosi digital, serta penyelenggaraan berbagai event yang menarik minat wisatawan.
Ciamis memiliki segudang potensi alam yang menarik untuk dikunjungi seperti sungai dengan aliran air yang jernih, danau yang indah di Situ Lengkong Panjalu, dan juga air terjun Curug Tujuh Cibolang. Belum lagi sejumlah destinasi wisata yang dikelola oleh desa wisata, seperti bukit dengan panorama alam indah, pemandangan negeri di atas awan atau sejumlah lokasi kemping ground. Belum lagi sejumlah wisata buatan yang dibangun oleh pengelola asli warga lokal yang kini mulai dilirik wisatawan.
Semua destinasi itu kini mulai dilirik wisatawan, meski kunjungan warga lokal masih mendominasi. Hal itu dapat dilihat dari momen libur natal dan tahun baru 2026 yang baru saja berakhir. Warga Ciamis atau wisatawan lokal lebih banyak memilih berkunjung ke tempat wisata yang ada di Tatar Galuh. Sejumlah destinasi di Ciamis pun ramai, penuh dengan pengunjung saat momen libur Nataru 2026 kali ini. Kondisi tersebut membuktikan, wisata Ciamis kini menjadi pilihan utama tujuan liburan.
Menurut catatan dari Dinas Pariwisata Ciamis, sepanjang tahun 2025, kunjungan wisata ke Ciamis melonjak signifikan dari target. Dinas Pariwisata menargetkan 1,5 juta kunjungan, tapi hingga November 2025, kunjungan sudah mencapai 1,7 juta orang. Data itu belum termasuk kunjungan di momen Nataru. Padahal di tahun 2024, kunjungan hanya 1,2 juta.
“Kunjungan wisatawan melonjak lebih dari target, baik domestik dan juga mancanegara. Sampai November sudah mencapai 1,7 juta. Di momen libur Nataru, pantauan kami sejumlah destinasi wisata di Ciamis penuh pengunjung,” ujar Sekretaris Dinas Pariwisata Ciamis Dian Kusdiana alias Udeng, Rabu (7/1/2026).
Udeng mengakui, kunjungan mayoritas masih didominasi wisatawan lokal dan daerah. Sedangkan kunjungan wisata mancanegara baru tercatat ada 249 orang.
“Daya tarik wisata Ciamis terletak pada potensi alam dan budaya. Seperti Situ Lengkong Panjalu, air terjun, sungai, hutan pinus, Astana Gede Kawali, Situs Karangkamulyan dan masih banyak lagi,” jelasnya.
Meningkatnya kunjungan ini juga berdampak positif pada pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata. Tahun 2025, tercatat PAD Ciamis dari sektor wisata meningkat sebesar 100,49 persen dari target Rp 980.836.000.







