Cerita di Balik Transfer Kurzawa dan Dion Markx ke Persib

Posted on

Persib Bandung resmi menambah dua amunisi baru untuk putaran kedua musim 2025/26 dengan memperkenalkan Layvin Kurzawa dan Dion Markx. Pelatih Persib Bojan Hodak mengungkap alasan di balik keputusan merekrut eks pemain Paris Saint-Germain dan bek muda berusia 20 tahun tersebut.

Menurut Bojan, kedatangan Kurzawa dan Dion adalah respons langsung atas berkurangnya kekuatan Persib di lini pertahanan setelah kepergian Rezaldi Hehanussa dan Hamra Hehanussa yang dipinjamkan ke Persik Kediri.

“Karena kekuatan kami sedikit berkurang pascaRezaldi dan Hamra pergi. Kami sedikit kekurangan pemain di pertahanan dan karena itu kami merekrut satu bek kiri dan satu bek tengah,” ujar Bojan, Senin (26/1/2026).

Kurzawa diproyeksikan mengisi sektor bek kiri yang ditinggalkan Rezaldi, sementara Dion Markx disiapkan sebagai tambahan tenaga di jantung pertahanan. Namun khusus untuk Dion, Bojan menegaskan ada visi jangka panjang yang ingin dibangun Persib.

“Dan Dion itu seperti Kakang dan Robi yang masuk kuota pemain U-23, jadi kami mencari pemain muda karena mereka masih bisa berkembang dan mengeksplorasi kemampuannya,” katanya.

Bojan menyebut, kehadiran Dion melengkapi ekosistem pemain muda yang sudah lebih dulu dimiliki Persib. Ia berharap para pemain muda ini bisa tumbuh bersama tim utama.

“Sebelumnya sudah ada Nazriel, Zul, Fitrah, jadi bagus karena akan ada pemain muda lainnya. Mereka perlu berlatih dengan kami dan berusaha untuk mendapatkan kesempatan, mungkin di masa yang akan datang, dia bisa mengisi sebelas pemain pertama di tim kami,” jelasnya.

Pelatih asal Kroasia itu menilai pemain muda merupakan aset penting bagi klub. Dari total pemain U-23 yang dimiliki Persib saat ini, Bojan melihat potensi besar untuk menjadi tulang punggung tim di masa depan.

“Dia pemain muda, dia bisa banyak berkembang dan bagus untuk pemain muda. Dari tujuh yang kami miliki (pemain U-23), dua di antaranya bisa bermain sebagai starter dan di masa depan mereka akan fantastis,” tuturnya.

Terkait rumor kemungkinan Persib kembali mendatangkan pemain baru sebagai pengganti Wiliam Marcilio di sektor penyerangan, Bojan memastikan hal itu sulit terwujud karena keterbatasan anggaran.

“Tidak ada uang, dua keluar, dua masuk. (terbatas) Budget,” ucap Bojan.

Nama Layvin Kurzawa juga tak lepas dari sorotan, terutama soal riwayat cedera dan minimnya menit bermain dalam beberapa waktu terakhir. Namun Bojan yakin situasi tersebut bisa diatasi dengan padatnya jadwal pertandingan Persib ke depan.

“Dalam 3,5 bulan ke depan, kami minimal akan bermain setidaknya di 19 pertandingan, mungkin bisa menjadi 21, mungkin 25, jadi akan banyak menit yang diberikan padanya,” ungkapnya.

Bojan mengakui Kurzawa memang membutuhkan waktu untuk kembali ke ritme terbaiknya, namun ia menilai situasi ini bukan hal baru bagi Persib. Hal serupa kata dia pernah dialami Federico Barba dan Stefano Beltrame dua musim lalu.

“Memang kita tahu dia lama tidak bermain, tapi jika kalian ingat, kami memiliki isu yang sama terhadap Barba, kendala yang sama terhadap Beltrame, ini pemain yang tidak bermain beberapa bulan,” terangnya.

Meski demikian, Bojan menegaskan kualitas Kurzawa menjadi alasan utama Persib merekrutnya. “Tentu dia memerlukan waktu tapi tentu saja dia mempunyai kualitas yang kami butuhkan. Dan bagi fans dan klub, bagus bisa mendapatkan satu nama besar untuk gabung liga ini,” tegasnya.

Terkait waktu bergabungnya Kurawa dan Dion dalam sesi latihan tim, Bojan menjelaskan Kurzawa masih harus menunggu dokumen Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) selesai diproses, sedangkan Dion Markx akan bergabung beberapa hari ke depan.

“Layvin mulai ketika nanti dia mendapatkan KITAS. Lalu untuk Dion masih menunggu dia datang, mungkin dalam 1-2 hari,” tutup Bojan.

Soal Cedera Kurzawa