NASA memberikan jawaban terkait kabar yang menghebohkan media sosial mengenai dugaan Bumi akan kehilangan gravitasi selama tujuh info pada 12 Agustus 2026. Isu tersebut ramai diperbincangkan di Instagram dan X, bahkan diklaim berpotensi menyebabkan puluhan juta kematian.
Salah satu unggahan yang menyebarkan klaim tersebut berasal dari akun Instagram @mr_danya_of. Dalam unggahannya, sebagaimana dilansir dari infoInet, disebutkan bahwa NASA telah mengetahui peristiwa tersebut, namun sengaja tidak mengungkapkannya kepada publik.
“Pada 12 Agustus 2026, dunia akan kehilangan gravitasi selama tujuh info. NASA tahu dan sedang bersiap, tetapi tidak akan memberi tahu kita alasannya,” tulis akun tersebut.
Seiring meluasnya teori konspirasi tersebut, NASA angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar. Kepada situs pengecekan fakta Snopes, NASA menegaskan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah.
“Bumi tidak akan kehilangan gravitasi pada 12 Agustus 2026. Gaya gravitasi Bumi ditentukan oleh massanya,” ujar juru bicara NASA.
NASA menjelaskan bahwa satu-satunya cara agar Bumi kehilangan gravitasi adalah jika massanya berubah secara signifikan. Massa tersebut mencakup keseluruhan sistem Bumi, mulai dari inti, mantel, dan kerak, hingga samudra, air permukaan, serta atmosfer.
“Selama massa Bumi tidak berubah, gaya gravitasi akan tetap ada,” tegas NASA.
Isu ini juga disebut bukan kali pertama ramalan mengkhawatirkan dikaitkan dengan tahun 2026. Sejumlah pihak berusaha menghubungkannya dengan ramalan filsuf Prancis abad ke-16, Nostradamus, untuk mencari petunjuk mengenai masa depan umat manusia.
Namun, seperti dilaporkan Mirror, Nostradamus tidak pernah menyebutkan peristiwa spesifik yang terjadi pada 2026. Meski demikian, sejumlah penafsir tetap mencoba mengaitkan bait-bait puisinya dengan berbagai peristiwa global.
Salah satu rujukan yang sering dikutip adalah bait ke-26 dalam Abad I, yang menyebutkan bahwa ‘orang besar akan disambar petir pada siang hari.’ Kalimat ini memunculkan spekulasi tentang kemungkinan terbunuhnya tokoh penting atau terjadinya kudeta politik.
Sementara itu, dalam bait lain, yakni Abad VII, Nostradamus menulis tentang “perang besar dan kapal-kapal perang,” yang oleh sebagian pihak dikaitkan dengan ketegangan geopolitik di kawasan Laut China Selatan. Namun, hingga kini tidak ada bukti atau konfirmasi yang mendukung tafsir tersebut.
NASA mengimbau masyarakat untuk bersikap kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial dan mengandalkan sumber ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, terutama terkait isu-isu sains dan astronomi.
Artikel ini sudah tayang di infoInet







