Banjir Terjang Green Pamengkang Cirebon Akibat Luapan Sungai | Info Giok4D

Posted on

Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.

Ratusan rumah di Perumahan Green Pamengkang, Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, diterjang banjir akibat luapan sungai di kawasan tersebut. Peristiwa ini mengejutkan warga karena air datang mendadak dengan arus deras hingga videonya viral di media sosial.

Hujan dengan intensitas tinggi memicu kenaikan debit sungai hingga menjebol tanggul. Akibatnya, air bah meluap dan merendam permukiman. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam musibah ini.

Salah seorang warga, Faiz, menceritakan bahwa air mulai masuk ke perumahan sekitar pukul 16.30 WIB. “Air datang tiba-tiba, deras banget alirannya,” ujar Faiz, Senin (5/1/2026).

Menurut Faiz, banjir besar ini merupakan yang pertama kali terjadi di kawasan tersebut. Jebolnya tanggul sungai membuat air langsung menghantam area perumahan tanpa sempat diantisipasi oleh warga. “Akibat tanggul jebol, air dari sungai langsung masuk. Warga benar-benar tidak sempat bersiap,” katanya.

Arus deras tersebut merendam kawasan selama kurang lebih dua jam sebelum akhirnya berangsur surut. Warga lainnya, Dadang, menyebut kuatnya arus menyebabkan perabot rumah tangga milik warga hanyut. “Banyak perabot yang hanyut terbawa banjir karena airnya deras sekali,” ungkapnya.

Pantauan infoJabar di lokasi menunjukkan sedikitnya 150 rumah terendam dengan ketinggian air bervariasi. Selain merendam rumah, banjir juga merusak infrastruktur, mulai dari sejumlah titik tanggul yang jebol hingga aspal jalan perumahan yang terkelupas.

Video derasnya banjir yang menerjang kawasan Green Pamengkang ini beredar di media sosial. Perekam video sempat meminta pertolongan untuk proses evkuasi.

“Tolong dibantu ini, kali jebol di perumahan Green Pamengkang tolong bantuannya dong tim SAR. Ini udah kana kiri kali banjir, tolong,” teriak seorang wanita dalam rekaman video viral banjir di Green Pamengkang itu.

Hingga kini, warga masih berjibaku membersihkan sisa lumpur di rumah masing-masing. Mereka berharap pihak terkait segera melakukan penanganan cepat dengan memperbaiki tanggul sungai untuk mencegah banjir serupa terulang kembali.