Awal tahun 2026 menjadi masa yang berat bagi warga Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang. Banjir besar melanda wilayah tersebut dan memaksa ratusan keluarga meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Banjir mulai merendam kawasan Ciasem sejak Jumat (23/1). Luapan air Sungai Kalensama yang diperparah dengan jebolnya tanggul Sungai Cijengkol disebut menjadi pemicu utama bencana tersebut. Seiring waktu, aliran air terus meluas dan merendam permukiman warga.
Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 1.013 rumah terdampak banjir. Tak kurang dari 4.249 jiwa ikut merasakan dampaknya, mulai dari kehilangan tempat tinggal sementara hingga terganggunya aktivitas sehari-hari.
Sejumlah lokasi kemudian dialihfungsikan menjadi hunian darurat bagi para pengungsi. Pondok pesantren hingga fasilitas milik pemerintah menjadi tempat berlindung warga dari genangan air yang belum sepenuhnya surut.
Di tengah kondisi cuaca yang masih tak bersahabat, suasana duka sulit disembunyikan. Para pengungsi harus berjuang menghadapi keterbatasan di tempat pengungsian, termasuk rasa lelah dan trauma akibat bencana yang datang mendadak.
Namun di balik kesedihan itu, secercah harapan muncul. Personel Polres Subang yang sejak awal bencana telah bersiaga, hadir memberikan dukungan moral bagi warga terdampak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah kegiatan trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan warga yang mengalami tekanan psikologis.
“Kami melakukan trauma healing khususnya kepada anak-anak dan warga yang terdampak secara psikologis akibat banjir,” ucap Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono kepada infoJabar, Sabtu (24/1/2026).
Tak hanya pendampingan secara psikologis, Polres Subang juga menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan, mulai dari beras hingga mi instan, guna membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
“Upaya ini dilakukan untuk membantu memulihkan semangat dan kondisi mental masyarakat pascabencana,” katanya.
Selain itu, pihak kepolisian juga terus melakukan pemantauan di lapangan serta evakuasi terhadap warga yang masih terjebak banjir di beberapa titik.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Kami melakukan penanggulangan bencana, memastikan kondisi warga serta langkah-langkah penanganan berjalan dengan baik,” tuturnya.
