Sekitar 100-an karyawan Bandung Zoo dalam tiga hari terakhir melakukan patungan sukarela untuk membeli pakan satwa. Langkah itu terpaksa diambil karena dana yayasan yang mengelola kebun binatang tersebut kini sudah sangat menipis.
Dari inisiatif spontan itu, terkumpul belasan juta rupiah, yang akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pakan 710 satwa di Bandung Zoo yang.
Meski tidak sebanding dengan kebutuhan pakan bulanan yang mencapai lebih dari Rp400 juta, inisiatif ini menunjukkan kepedulian para pekerja yang sudah puluhan tahun mengabdi.
“Iya beda-beda (patungannya), ada yang Rp50 ribu, ada yang Rp100 ribu, ada yang lebih. Namanya juga sukarela,” ujar Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i saat dihubungi, Sabtu (29/11/2025).
Menurutnya, dana patungan telah mencapai lebih dari Rp10 juta dan masih terus bertambah. Namun Sulhan menegaskan bahwa tujuan gerakan ini sama sekali bukan soal memenuhi total kebutuhan pakan.
“Ini bukan soal cukup berapa lama, tapi ini komitmen karyawan membela satwa sampai rela mengeluarkan uang pribadinya untuk membantu pembelian pakan. Kalau untuk menutupi mah gak akan bisa,” katanya.
Inisiatif ini muncul setelah para karyawan mengetahui kondisi keuangan yayasan yang kian mengkhawatirkan. Sebelumnya, pengurus dan pembina Yayasan Margasatwa Tamansari, termasuk Bisma Bratakusumah, juga telah ikut patungan untuk menutupi kekurangan biaya pakan.
“Kondisi sekarang sudah darurat. Karyawan di sini sudah lama dan cinta dengan pekerjaan dan satwanya. Jadi ini bukan soal cukup gak cukup, tapi menunjukkan keberpihakan dan komitmen karyawan,” ucap Sulhan.
Untuk keberlanjutan operasional Bandung Zoo, kini pihak pengelola menunggu kebijakan dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan agar kebun binatang ini bisa kembali dibuka.
“Kita nunggu wali kota untuk membuka operasional ya. Nunggu dari Farhan ya. Harus cepat kalau tidak repot, secara pendanaan sudah lampu merah,” ujarnya.
Saat ini Bandung Zoo masih tutup sejak 6 Agustus 2025, dan hanya menerima kunjungan terbatas seperti penelitian, edukasi, dan permintaan khusus dari sekolah. “Kita hanya menerima undangan. Kemarin ada beberapa TK dari Padalarang, Bogor, dan daerah lainnya,” kata Sulhan.







