Bagi sebagian orang, pagi hari terasa belum lengkap tanpa secangkir kopi. Aroma kopi yang kuat dan efek segarnya kerap dijadikan pemicu semangat sebelum memulai aktivitas. Tak sedikit pula yang langsung minum kopi sesaat setelah bangun tidur, bahkan sebelum mengisi perut dengan makanan apa pun.
Namun, kebiasaan minum kopi saat perut kosong ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele. Terutama bagi mereka yang sensitif terhadap kafein atau memiliki riwayat gangguan pencernaan.
Dilansir infoFood dari Verywell Health (21/1), konsumsi kopi tanpa asupan makanan terlebih dahulu dapat memicu berbagai efek samping yang berdampak pada lambung, sistem saraf, hingga keseimbangan hormon dalam tubuh.
Salah satu dampak paling umum dari minum kopi sebelum sarapan adalah meningkatnya produksi asam lambung. Kopi secara alami merangsang lambung untuk memproduksi asam, dan kondisi perut kosong membuat lapisan lambung lebih rentan terhadap iritasi.
Akibatnya, muncul sensasi perih, mual, hingga rasa panas di dada atau heartburn. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memperparah kondisi seperti maag atau GERD.
Sebuah penelitian pada 2014 menunjukkan bahwa kopi dari biji light roast cenderung memicu produksi asam lambung lebih tinggi dibanding dark roast. Oleh karena itu, kopi dengan tingkat sangrai gelap dinilai relatif lebih ramah bagi lambung.
Tanpa adanya makanan di lambung, kafein akan masuk ke aliran darah dengan lebih cepat. Kondisi ini membuat efek stimulan kopi terasa lebih kuat dan mendadak.
Beberapa gejala yang sering muncul antara lain jantung berdebar, gelisah, peningkatan tekanan darah, hingga sakit kepala. Efek kafein sendiri dapat bertahan hingga tujuh jam setelah dikonsumsi.
Karena itu, minum kopi saat perut kosong, terutama di pagi hari, berpotensi memengaruhi kualitas tidur jika asupan kafein tidak dikontrol. Batas aman konsumsi kafein harian disarankan tidak lebih dari 400 mg, atau setara 4-5 cangkir kopi.
Selain lambung, sistem pencernaan juga bisa terdampak. Minum kopi tanpa makan terlebih dahulu dapat memicu keluhan seperti perut kembung, kram, mual, hingga diare.
Pada penderita gangguan pencernaan seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), kopi dapat merangsang kontraksi usus sehingga menimbulkan dorongan buang air besar lebih cepat. Efek ini sering kali muncul tiba-tiba dan mengganggu aktivitas pagi hari.
Kafein dalam kopi juga memicu pelepasan hormon kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres. Kortisol berperan dalam mengatur tekanan darah, metabolisme, serta respons tubuh terhadap stres.
Meski peningkatan kortisol akibat kopi tidak selalu signifikan, konsumsi saat perut kosong dapat memperkuat respons hormon ini. Dampaknya bisa berupa peningkatan kecemasan, perubahan suasana hati, hingga gangguan tidur.
Dalam jangka panjang, kadar kortisol yang terlalu tinggi dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung serta pengeroposan tulang.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Jika kopi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas pagi, bukan berarti kebiasaan ini harus dihentikan sepenuhnya. Cara paling aman adalah dengan mengonsumsi sedikit makanan terlebih dahulu sebelum minum kopi.
Sarapan ringan dapat membantu memperlambat penyerapan kafein, menurunkan iritasi lambung, dan mengurangi risiko efek samping. Dengan begitu, manfaat kopi tetap bisa dirasakan tanpa mengorbankan kesehatan tubuh.
Artikel ini telah tayang di infoFood. Baca selengkapnya
