Langit Bandung tampak cerah setelah beberapa hari diguyur hujan. Di bawah cuaca yang bersahabat itu, raut wajah penuh harapan terpancar dari para pelajar yang datang dengan satu tujuan, mengejar pendidikan hingga ke negeri Turki.
Sejak pagi, satu per satu pelajar dari berbagai daerah di Jawa Barat memadati salah satu hotel di Bandung, Minggu (25/1/2026). Mereka hadir mengenakan seragam sekolah masing-masing, dengan corak dan warna berbeda, mencerminkan latar belakang yang beragam namun memiliki mimpi yang sama.
Para pelajar tersebut mengikuti Turkish Universities Fair 2026, sebuah pameran pendidikan tinggi yang digagas oleh Edutolia Education. Kegiatan ini mempertemukan pelajar, pendidik, serta pemangku kepentingan pendidikan dengan lebih dari 25 universitas asal Turki.
Di dalam area pameran, stan-stan universitas tampak dipadati pengunjung. Para pelajar terlihat antusias menyimak penjelasan dari perwakilan kampus, mulai dari sistem perkuliahan, pilihan jurusan, hingga persyaratan pendaftaran. Bahkan, tidak sedikit yang langsung mencoba melakukan pendaftaran secara daring di lokasi.
“Iya tadi coba tanya-tanya dulu. Siapa tahu aja bisa lolos gitu bisa kuliah di sana,” ujar Anggi Nuraeni (18), siswi SMA Kasomalang Subang, saat ditemui awak media.
Anggi mengaku memiliki niat untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Karena itu, kesempatan bertemu langsung dengan universitas dari Turki dimanfaatkannya untuk menggali informasi sedetail mungkin.
“Iya, insyaallah ada (niat kuliah ke luar negeri). Tadi juga saya sempat tanya jurusan, sama di jurusan itu pakai bahasa Inggris atau bahasa Turki gitu,” katanya.
Ia datang ke acara tersebut bersama rombongan sekolah dan didampingi langsung oleh guru. Menurut Anggi, sekolahnya memang menerima undangan resmi untuk menghadiri pameran pendidikan ini.
“Iya kami diundang ke sekolah. Kebetulan ini yang dari sini ke sekolah juga. Kami dari SMA Kasomalang Subang,” jelasnya.
Saat ini, Anggi masih belum menentukan pilihan universitas. Ia bersama teman-temannya masih berkeliling dari satu stan ke stan lainnya untuk membandingkan berbagai kampus dan jurusan.
“Iya masih belum milih, masih nyari-nyari. Kalau saya sih minatnya jurusan arsitek sama wirausaha. Tadi udah ada si beberapa,” ungkapnya.
Antusiasme serupa juga ditunjukkan oleh Wica (18), pelajar asal SMA Darul Fallah Subang. Ia mengaku telah memiliki rencana untuk melanjutkan studi ke Turki.
“Insyaallah ada rencana kuliah di Turki,” kata Wica.
Dalam pameran tersebut, Wica secara khusus mengincar universitas yang menawarkan jurusan teknik mesin. Ketertarikannya pada bidang tersebut muncul dari lingkungan tempat tinggalnya yang dekat dengan dunia teknik.
“Kalau rencana saya mau pilih jurusan teknik mesin. Karena setiap hari di sekeliling rumah, keliling daerah gitu jadi tertarik soal teknik teknik mesin,” beber Wica.
Menurutnya, menempuh pendidikan di luar negeri akan membuka wawasan yang lebih luas, sekaligus memberinya bekal ilmu yang bisa diterapkan kembali di kampung halaman.
“Alasan ke Turki karena ingin melihat lebih luas tentang ilmu ilmu yang ada di luar negeri,” jelasnya.
Turkish Universities Fair 2026 sendiri menandai penyelenggaraan ke lima sejak pertama kali diadakan. Kegiatan ini kembali menegaskan perannya sebagai forum pendidikan tinggi internasional yang berfokus pada literasi, dialog, serta penguatan jejaring akademik. Edutolia Education menjadikan agenda ini sebagai kegiatan tahunan.
Melalui forum ini, peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai sistem pendidikan tinggi internasional, termasuk sistem pendidikan tinggi Turki yang telah mengadopsi Bologna Process dan memiliki lebih dari 200 perguruan tinggi. Diskusi yang berlangsung menempatkan pendidikan tinggi sebagai ruang kolaborasi yang terbuka dan berorientasi jangka panjang.
Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Turki untuk Indonesia, Selman Ozdan, menyampaikan bahwa acara ini secara khusus ditujukan bagi siswa SMA sederajat di Jawa Barat, agar mereka mendapatkan gambaran langsung tentang studi di luar negeri.
“Benefit yang dapat mereka dapatkan adalah mereka bisa langsung konsultasi dengan universitas langsung untuk tanya pendaftaran, persyaratan. Kemudian siswa juga tidak harus mendaftar secara online lagi, bisa langsung face to face bertemu dengan pihak universitas,” ujar Selman.
Menurut Selman, sejumlah jurusan menjadi favorit mahasiswa internasional di Turki, salah satunya bidang STEM.
“Iya salah satu jurusan favorit di Turki adalah STEM dan juga teknik, spesifiknya ke teknik. Kemudian dari Turkish German University juga banyak bekerjasama dengan beberapa unis Jerman,” katanya.
Saat ini, Turki menampung sekitar 350 ribu mahasiswa internasional. Bahkan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menargetkan jumlah tersebut meningkat hingga 500 ribu mahasiswa.
“Kemudian untuk jumlah mahasiswa Indonesia setiap tahun berkuliah di Turki mengalami kenaikan setiap tahunnya sekitar 1.000 atau 2.000 kenaikan setiap tahunnya,” jelasnya.
Selman menambahkan, Turki menjadi salah satu negara dengan jumlah mahasiswa internasional terbanyak di dunia. Selain itu, sistem pendidikan di Turki mengadopsi kurikulum Eropa dengan dua pilihan bahasa pengantar.
“Dari segi budaya, kemudian agama dan juga hubungan bilateral, Indonesia dan Turki adalah salah satu negara, kedua negara tersebut memiliki hubungan yang erat di ketiga sektor tersebut,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan alasan pemilihan Kota Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan Turkish Universities Fair 2026, yakni karena banyaknya sekolah menengah atas berkualitas di kota tersebut.
“Bandung merupakan salah satu kota terpenting selain Jakarta. Kemudian di Bandung sendiri banyak sekali SMA dan juga universitas yang dinilai berkualitas dan bisa ke depannya diinisiasikan untuk kolaborasi bersama. Salah satunya ITB dan juga SMA-SMA favorit di Bandung lainnya,” kata Selman.
