Asa Jadikan Bogor Sebagai Chamonix di Jawa Barat

Posted on

Kabupaten Bogor tengah menyiapkan peta jalan pembangunan olahraga yang tidak lagi berhenti pada penyelenggaraan event, tetapi diarahkan sebagai instrumen kebijakan daerah untuk menggerakkan ekonomi, memperkuat identitas wilayah, dan memperluas partisipasi masyarakat. Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor menjadi motor utama perubahan arah kebijakan tersebut.

Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar, menyebut bahwa visi besar yang sedang dibangun adalah menjadikan Bogor sebagai pusat olahraga alam dan sport tourism, dengan mencontoh model pengembangan wilayah seperti Chamonix di Prancis.

“Impian kami, Bogor menjadi episentrum olahraga alam. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di Asia Tenggara,” ujar Akew, sapaan Rike Iskandar, saat berbincang dengan infojabar di Stadion Pakansari, Rabu (7/1/2026).

Secara geografis, Bogor memiliki modal yang kuat, seperti kawasan Megamendung, Puncak, hutan hujan tropis, jalur pegunungan, serta akses langsung dengan pusat ekonomi nasional. KORMI melihat potensi ini sebagai aset strategis yang harus dikelola melalui pendekatan kebijakan lintas sektor.

Perubahan kebijakan paling terasa pada pola penyelenggaraan kegiatan. Event olahraga kini dirancang sebagai program pembangunan wilayah. Kegiatan tidak hanya mengundang atlet dan peserta, tetapi juga mengintegrasikan UMKM lokal, komunitas warga, transportasi rakyat, serta pelaku industri pariwisata.

“Kita tidak ingin olahraga hanya jadi lomba, tapi menjadi penggerak sosial dan ekonomi,” kata Rike.

Menurutnya, keberhasilan sebuah event bukan diukur dari keramaian semata, tetapi dari dampak berkelanjutan yang dirasakan masyarakat.

Pendekatan ini selaras dengan arah kebijakan pemerintah daerah yang mendorong pengembangan pariwisata berbasis potensi alam dan komunitas. KORMI menempatkan olahraga sebagai simpul pengikat antara alam, masyarakat, dan industri.

Langkah strategis berikutnya adalah rencana penyelenggaraan event berskala internasional pada 2026, yang diproyeksikan setara dengan ajang trail dunia. Event tersebut dirancang bukan hanya sebagai kompetisi, melainkan sebagai panggung diplomasi pariwisata dan promosi identitas Kabupaten Bogor.

“Kita ingin membangun brand Bogor sebagai kota outdoor. Keunggulan utama kita adalah alam dan kedekatan dengan pusat ekonomi nasional. Itu kekuatan yang harus dimanfaatkan,” kata Rike.

Dalam enam bulan pertama tahun ini, KORMI mencatat 199 kegiatan olahraga masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bogor. Partisipasi langsung warga telah mencapai lebih dari 57 ribu orang, dan diproyeksikan mendekati 100 ribu hingga akhir tahun.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa kebijakan olahraga berbasis masyarakat mulai bekerja sebagai sistem, bukan sekadar program insidental.

Namun Rike menegaskan bahwa transformasi ini bukan proyek instan. “Pembangunan olahraga itu proses panjang. Tidak ada yang bisa dibangun dalam satu malam. Kuncinya konsistensi,” ujarnya.

Chamonix adalah kota kecil di kaki Gunung Mont Blanc, Prancis, yang berkembang menjadi pusat olahraga alam dan sport tourism dunia. Kota ini hidup dari integrasi antara lanskap pegunungan, aktivitas olahraga luar ruang, industri pariwisata, dan ekonomi lokal, menjadikan olahraga sebagai identitas, mesin ekonomi, sekaligus strategi pembangunan wilayah.