Skip to content
    POS BOGOR
    MENU
    • Home
    • Kategori
      • Berita
      • Berita Lokal
      • Berita Kriminal
      • Cuaca
      • Berita Olahraga
      • Berita Terkini
      • Berita Sepak Bola
      • Kuliner Tradisional
      • Event
      • Ekonomi
      • Berita Kesehatan
      • Investasi
      • Bisnis
      • Politik
      • Wisata Kuliner
      • Film
      • Teknologi
      • Sejarah
      • Lalu Lintas
      • Properti
      • Travel
      • Pertanian
    Homepage/Artikel/Aming Prayitno, Sosok Pembuat Logo KORPRI dan Filosofinya

    Aming Prayitno, Sosok Pembuat Logo KORPRI dan Filosofinya baca selengkapnya di Giok4D

    By adminPosted on 29/11/2025

    Di balik logo KORPRI yang selama puluhan tahun menghiasi seragam ASN Indonesia, terdapat nama seorang seniman yang kiprahnya tidak banyak diketahui publik luas: Aming Prayitno. Melalui karya tangannya, identitas visual Korps Pegawai Republik Indonesia terbentuk dan terus menjadi simbol profesionalisme hingga saat ini. Namun perjalanan menuju lahirnya logo tersebut tidaklah sederhana-ia berangkat dari dinamika politik, tarik-menarik kepentingan, serta keresahan panjang terhadap posisi ASN dalam sejarah Indonesia.

    Korps Pegawai Republik Indonesia atau KORPRI merupakan wadah penting yang menaungi pegawai negeri. Keberadaannya bukan sekadar organisasi, tetapi lahir dari kebutuhan mendesak untuk melindungi hak, kewajiban, sekaligus netralitas para aparatur sipil negara. Pada masa awal kemerdekaan, khususnya era Demokrasi Liberal tahun 1950-1959, suasana politik sangat dinamis hingga kerap memengaruhi stabilitas pemerintahan.

    Baca Juga
    “Misi Jaga Citarum, Pemkab Bandung Barat Dapat Bantuan 3 Unit Ponton”

    Saat itu, pegawai negara sering kali menjadi objek tarik-menarik partai politik. Proses rekrutmen pegawai dapat dipengaruhi oleh kekuatan partai berkuasa, sehingga banyak pegawai yang diangkat berdasarkan kepentingan politik, bukan profesionalisme. Akibatnya, dualisme loyalitas muncul: mereka bekerja di bawah pimpinan kantor, tetapi sekaligus tunduk pada arahan ketua partai. Situasi ini membuat administrasi pemerintahan berjalan tidak efektif dan rentan konflik internal.

    Tak jarang kantor pemerintah menjadi arena pertarungan politik, hingga kebocoran informasi negara bisa saja terjadi. Kondisi ini mendorong lahirnya berbagai regulasi, termasuk UU No. 1 Tahun 1957 yang bertujuan membatasi intervensi partai politik terhadap struktur kepegawaian. Namun aturan tersebut tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah dan justru menambah kesenjangan antara pegawai pusat dan daerah.

    Situasi yang terus berjalan tidak stabil akhirnya mendorong pemerintah menetapkan Keputusan Presiden No. 82 Tahun 1971, yang menandai berdirinya KORPRI pada 29 November 1971. Organisasi ini dibentuk untuk menyatukan aparatur negara dalam satu wadah pembinaan, sekaligus menjaga profesionalisme serta meneguhkan komitmen ASN terhadap Pancasila dan UUD 1945.

    Melansir korpri.go.id, terdapat empat tujuan utama KORPRI:

    Meningkatkan profesionalisme dan kinerja ASN.

    Memupuk jiwa korps, solidaritas, serta kesetiaan terhadap Pancasila dan UUD 1945.

    Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

    Menjadi mitra pemerintah dalam penyelenggaraan administrasi publik dan pembangunan.

    Menjaga netralitas pegawai negeri dalam ranah politik.

    Tujuan keempat ini menjadi poin yang paling kuat menggambarkan alasan dibentuknya KORPRI – merespons sejarah panjang intervensi politik terhadap pegawai negara.

    Sebagai organisasi nasional, KORPRI membutuhkan identitas visual yang dapat mencerminkan filosofi, nilai, dan tujuan pembentukannya. Untuk itu, dua kali sayembara digelar. Pada gelombang pertama, hasilnya dinilai belum mampu mewakili semangat KORPRI. Sayembara kemudian dibuka kembali, hingga akhirnya terpilihlah desain karya Aming Prayitno, seorang seniman dan akademisi seni rupa.

    Desain Aming dianggap yang paling kuat dalam merangkum jati diri KORPRI-elegan, sarat makna, dan merepresentasikan pengabdian pegawai negeri kepada bangsa.

    Logo KORPRI bukan sekadar gambar simbolik. Setiap elemen memiliki makna tersendiri yang menggambarkan perjalanan sejarah serta cita-cita ASN Indonesia.

    Pohon dengan 17 ranting, 8 dahan, dan 45 daun

    Unsur ini secara eksplisit melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Bentuk pohon juga mewakili pertumbuhan, keteguhan, dan kehidupan yang terus berkembang.

    Bangunan balairung dengan lima pilar

    Struktur ini melambangkan tempat pemersatu, wadah kebersamaan para anggota KORPRI di seluruh Indonesia, serta simbol dari lima sila dalam Pancasila.

    Sayap besar dengan komposisi 4 dan 5

    Sayap tersebut menggambarkan kekuatan, semangat pengabdian, serta perjuangan KORPRI dalam mewujudkan organisasi yang profesional dan mandiri.

    Desain yang sangat filosofis ini menunjukkan bagaimana seorang seniman mampu menerjemahkan perjalanan panjang sejarah ASN ke dalam bahasa visual.

    Aming Prayitno bukan sosok biasa. Ia dikenal sebagai pelukis ulung dan akademisi seni rupa Indonesia. Kiprahnya aktif sejak era 1960-1970-an hingga periode yang lebih muda. Mengutip laporan RRI, Aming telah lama berkecimpung dalam dunia seni dan pendidikan.

    Dalam sayembara logo KORPRI, karyanya tidak hanya terpilih sebagai pemenang, tetapi juga mengantarkan dirinya meraih hadiah Rp50.000 serta piagam penghargaan yang diterbitkan 6 Maret 1973.

    Aming menempuh pendidikan seni di beberapa institusi bergengsi, termasuk Koninklijk Akademie voor Schone Kunsten di Gent, Belgia pada tahun 1976, sebelum melanjutkan ke Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta dan menyelesaikan studi pada 1977. Ia wafat pada 23 Januari 2023, namun warisannya dalam dunia seni tetap hidup, salah satunya melalui logo KORPRI yang digunakan hingga hari ini.

    Karya Aming Prayitno menjadi bukti bahwa desain tidak hanya soal bentuk visual, tetapi bagaimana ia mampu mengikat perjalanan sejarah, nilai luhur, serta identitas bersama dalam sebuah simbol yang mudah dikenali dan penuh makna.

    KORPRI Lahir dari Kondisi Politik yang Tidak Stabil

    Pembentukan KORPRI sebagai Upaya Menjaga Netralitas ASN

    Sayembara Pencarian Logo KORPRI

    Makna Mendalam di Balik Desain Logo

    Aming Prayitno, Seniman di Balik Logo KORPRI

    Gambar ilustrasi

    Share this:

    Related posts:

    • Gary Iskak Wafat, Ini Profil Lengkap dan Perjalanan Kariernya di Dunia Hiburan

    • Polisi Buru Dalang Perusakan Kebun Teh Pangalengan

    • Teror Ular Sanca di Kuningan, Diduga Lahap 2 Ekor Ayam Warga

    Baca Juga
    “50+ Twibbon Hari Korpri ke-54 Tahun 2025 Terbaru, Siap Pakai untuk ASN”
    Posted in ArtikelTagged Aming Prayitno, Seniman di Balik Logo KORPRI, KORPRI Lahir dari Kondisi Politik yang Tidak Stabil, Makna Mendalam di Balik Desain Logo, Pembentukan KORPRI sebagai Upaya Menjaga Netralitas ASN, Sayembara Pencarian Logo KORPRI

    Post navigation

    Previous post Polisi Buru Dalang Perusakan Kebun Teh Pangalengan
    Next post Gary Iskak Wafat, Ini Profil Lengkap dan Perjalanan Kariernya di Dunia Hiburan
    • Cuaca Bandung Hari Ini, Sabtu 28 November 2025: Diprediksi Berawan
    • Satgas Anti-Perundungan, Cara Karawang Cegah Bullying di Sekolah
    • BNNK Temukan Ladang 'Teh Arab' di Kaki Gunung Gede Pangrango
    • Hari Dongeng Nasional 28 November, Ini Sejarah dan Asal-usulnya
    • Sebutir Pil Bongkar Kelakuan Keji Ayah Perkosa Anak di Tasikmalaya
    • Pemkot Bandung Genjot Sektor Pajak untuk Tutupi Defisit RAPBD 2026
    • Jamkrida Jabar Buka Loker Staf Hukum 2025, Ini Cara Daftarnya
    • Upaya Pemkot Cimahi Tumbuhkan Ekosistem Ekonomi Lewat Sensus Pelaku Usaha
    • Komitmen Optimalisasi Kinerja ASN Pemkab Bandung Barat di HUT Korpri
    • Jadwal Sholat Cirebon dan Sekitarnya Hari Ini, Sabtu 29 November 2025
    Baca Juga
    “Serunya Coaching Clinic Bareng Legenda Timnas Indonesia di Bandung”
    • Keutamaan Memelihara Sholat (228)
    • Jadwal Acara Trans TV Hari Ini (137)
    • Bandung (95)
    • Persib Bandung (95)
    • polisi (78)

    “Artikel yang dimuat di situs ini merupakan hasil kurasi ulang dari berbagai sumber terpercaya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi yang bersifat opini atau dugaan.”

    Posbogor - All Rights Reserved
    Go to mobile version

    Baca juga:

    • Kunjungi Situs
    • Rekomendasi
    • Kunjungi Situs