Xabi Alonso resmi hengkang dari Real Madrid. Los Galactios berpisah dengan pelatih asal Spanyol itu pada Selasa (13/1) dini hari WIB. Ia mundur kurang dari 24 jam usai dikalahkan Barcelona di final Piala Super Spanyol.
Di laga tersebut, Madrid kalah 2-3 dari Barcelona. Usai pertandingan, ada momen Mbappe meminta skuad Madrid tak memberi sang rival guard of honour.
Video kemudian beredar, menunjukkan momen Alonso yang terkesan ‘nurut’ dengan bintang-bintang Madrid. Itu soal guard of honour, yang awalnya Alonso tampak ingin memberi Barcelona guard of honour dan mengajak pemain lain mengikutinya.
Xabi Alonso terlihat bikin gestur mengajak pemain untuk mengikutinya. Namun Kylian Mbappe, yang berada tak jauh darinya, bergeming dan malah meminta Alonso yang mengikutinya.
Alonso akhirnya lebih ‘mengikuti’ keinginan Mbappe, yang tampak kesal dan meminta rekan-rekannya di Real Madrid mundur dan tak memberi Barcelona guard of honour.
Momen itu kini jadi sorotan, usai Alonso ‘tiba-tiba’ mundur dari Madrid. Banyak yang menyebut Alonso kehilangan otoritasnya di dalam tim.
Sebelum pemecatan, rumor yang beredar di ruang ganti adalah beberapa pemain memang tak senang dengan Alonso. Bintang-bintang besar macam Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan kiper Thibaut Courtois dikabarkan mereka yang tak senang dengan Alonso.
Xabi Alonso baru 7 bulan melatih Real Madrid. Ia punya catatan memimpin 34 laga, menang 24 kali, imbang 4 kali, dan kalah 6 kali. Terakhir, Madrid kalah dari Barcelona dan gagal juara Piala Super Spanyol. Sebenarnya prestasi dari Alonso ini tak buruk-buruk amat.
Tak lama setelah Alonso cabut, manajemen Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih baru. Ia merupakan produk akademi Madrid meski baru bergabung di usia 18 tahun pada tahun 2001. Sebelum itu, ia menimba ilmu di Real Zaragoza.
Ia secara bertahap mampu melalui jenjang tim muda Madrid hingga dipromosikan ke tim utama pada 2004. Namun penuhnya stok bek di skuad saat itu membuatnya dikorbankan. Ia lalu dilepas ke Deportivo La Coruna pada Juli 2006.
Arbeloa hanya bermain enam bulan di sana sebelum direkrut Liverpool asuhan Rafael Benitez pada Januari 2007. Ia bertahan di Anfield selama 2,5 musim. Pada Juli 2009, ia diboyong pulang oleh Madrid.
Berbeda dengan periode sebelumnya, ia mampu bertahan tujuh musim hingga tahun 2016 dan memenangi delapan gelar, termasuk satu gelar LaLiga dan dua trofi Liga Champions. Ia juga tampil 238 kali dan mencetak enam gol.
Arbeloa lalu menutup kariernya di West Ham United pada musim panas 2017. Di level timnas, ia adalah bagian dari skuad Spanyol yang memenangi tiga turnamen beruntun, yakni Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012.
Tiga tahun usai gantung sepatu, ia kembali ke Madrid sebagai pelatih tim kelompok umur, mulai dari U-14, U-16, dan terus berlanjut hingga U-19. Sejak Juni 2025, ia dipromosikan sebagai pelatih Real Madrid Castilla, tim muda yang menjadi jenjang terakhir sebelum menembus tim utama.
Ia punya rekor 10 kemenangan, sekali imbang, dan delapan kekalahan dari 19 laga yang sudah dipimpin. Namun kini ia diberi kesempatan yang lebih besar, yakni melatih tim utama Madrid menggantikan Alonso, rekan setimnya dulu.
Ini akan menjadi debut Arbeloa menangani tim senior. Mampukah ia mengambil hati para bintang El Real, sesuatu yang tampak gagal dilakukan Alonso?
Artikel ini telah tayang di
Alvaro Arbeloa Ditunjuk Jadi Pelatih








