Kabar duka kembali datang di ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Terjun Payung 2025 di Pangandaran. Widiasih (58) yang dilaporkan pada Selasa (30/12/2025) lalu, akhirnya ditemukan dengan kondisi meninggal dunia.
Widiasih ditemukan pada hari keempat pencarian. Pada saat itu, korban mengalami kecelakaan saat mengikuti lomba terjun payung dan tidak landing di titik semestinya lalu malah turun hingga dilaporkan tenggelam di Pantai Batukaras, Pangandaran.
Jenazah ditemukan nelayan asal Cilacap yang sedang menangkap keong laut di sekitar Keramba Susi Pantai Timur Pangandaran pada Jumat (2/1/2026) pagi pukul 06.48 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi tengkurap dan masih mengenakan pakaian lengkap terjun payung.
“Kami mendapatkan informasi dari nelayan pencari keong di sekitar Pantai Timur Pangandaran blok Keramba Susi,” ucap Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto infoJabar.
Pada waktu itu, dari hasil penelusuran informasi, kelima peserta Kejurda ini tidak landing atau turun pada titik yang semestinya. Hal itu mengakibatkan kelima penerjun jatuh di tengah laut yang diperkirakan berjarak satu kilometer dari pesisir Pantai Batukaras Blok Sanghyangkalang.
Setelah berhari-hari proses pencarian, korban akhirnya bisa ditemukan. Tim SAR Gabungan Pangandaran kemudian berangkat ke lokasi untuk mengidentifikasi hasil temuan ini.
Sakio pun menjelaskan bahwa Anwar, nelayan asal Cilacap tersebut, yang pertama kali menemukan korban saat melewati keramba. “Ditemukan Anwar, nelayan Cilacap. Ia menghubungi nelayan Batukaras dan Ketua Rukun Nelayan (RN), karena kejadiannya masuk wilayah tersebut. Kemudian kami langsung koordinasi untuk evakuasi,” ucapnya.
Untuk sementara, jenazah korban sudah dibawa ke posko evakuasi di pesisir Batukaras, sebelum nantinya dibawa ke RSUD Pandega. “Jenazah akan dibawa dulu ke RSUD Pandega untuk diidentifikasi,” tutupnya.







