Waktu boleh bergulir, fungsi boleh berganti, tetapi nilai sejarah tetap melekat. Itulah yang tercermin dari Gedung Dokabu atau Dokter Kabupaten yang hingga kini masih berdiri kokoh di Jalan Veteran, Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.
Bangunan yang diperkirakan berusia sekitar 73 tahun ini merupakan saksi bisu perjalanan panjang pelayanan kesehatan di Indramayu.

Dibangun pada awal masa kemerdekaan Indonesia, sekitar tahun 1953, Gedung Dokabu pernah menjadi pusat aktivitas para tenaga medis, sekaligus fondasi awal berdirinya Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu.
Meski tak lagi difungsikan sebagai fasilitas kesehatan, gedung bersejarah ini tetap hidup.
Saat ini, Gedung Dokabu beralih peran menjadi panti budaya dan menjadi ruang berkumpulnya para seniman serta budayawan Indramayu. Ketua Yayasan Indramayu Historia Foundation Nang Sadewo mengatakan Gedung Dokabu memiliki peran penting dalam sejarah kesehatan daerah.
“Gedung Dokabu ini dulunya merangkap sebagai kantor dokter-dokter yang ada di Indramayu,” ujar Sadewo saat ditemui di kawasan Gedung Dokabu, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, sekitar tahun 1957 gedung ini sempat digunakan sebagai Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). Setahun kemudian, pada 1958, dibangun pula Djawatan Kesehatan Ibu dan Anak di kawasan yang sama.
Fasilitas tersebut menjadi tempat pelayanan kesehatan khusus bagi ibu dan anak, yang kala itu sangat dibutuhkan masyarakat. Padahal, Indramayu sendiri sudah memiliki rumah sakit sejak 1912, meski awalnya hanya diperuntukkan bagi prajurit tentara Belanda.
“Baru pada tahun 1958 rumah sakit itu diambil alih dan menjadi RSUD Indramayu,” kata Sadewo.
Keberadaan Djawatan Kesehatan Ibu dan Anak menjadi pelengkap layanan kesehatan masyarakat Indramayu pada masa tersebut. Seiring perkembangan waktu, Gedung Dokabu kembali mengalami perubahan fungsi.
Pada 1968, gedung ini digunakan sebagai Lembaga Keluarga Berencana Nasional (LKBN), lalu beralih menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada era 1970-an.
Setelah itu, Gedung Dokabu resmi menjadi Kantor Dinas Kesehatan Indramayu, hingga akhirnya dipindahkan ke Jalan MT Haryono pada 2014.
Di sisi lain, Panti Budaya Indramayu yang sebelumnya berada di Jalan RA Kartini harus berpindah karena gedung lamanya dialihfungsikan menjadi kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
“Waktu itu sempat ada protes dari kalangan budayawan karena tidak memiliki tempat. Akhirnya sekitar tahun 2017 dipindahkan ke Gedung Dokabu,” ungkap Sadewo.
Kini, Gedung Dokabu berada dalam satu kawasan dengan sekretariat Dewan Kesenian Indramayu (DKI) Mama Soegra. Berbagai kegiatan seni dan kebudayaan rutin digelar di tempat ini.
Dari sisi arsitektur, Gedung Dokabu mengusung gaya Indis atau arsitektur kolonial tropis Hindia Belanda, yang berpadu dengan nuansa lokal.
Sekitar 85 persen bangunan masih mempertahankan bentuk aslinya, terlihat dari teras lebar yang mengelilingi bangunan, atap limasan besar dengan overstek panjang, serta jendela-jendela tinggi dengan banyak ventilasi.
Hingga kini, Gedung Dokabu terus dirawat sebagai ruang ekspresi budaya. Harapannya, bangunan bersejarah ini tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga terus memberi makna bagi generasi sekarang dan mendatang.
“Kami berharap masyarakat Indramayu ikut menjaga dan melestarikan bangunan bersejarah ini,” pungkas Sadewo.






