Beragam peristiwa terjadi di wilayah Cirebon Raya, dari mulai kecelakaan kereta dengan truk hingga mengaggu 11 perjalanan KA, aksi asusila dua pria di tempat hiburan malam hingga kejadian penemuan mayat perempuan dialiran sungai sedot perhatian warga.
Berikut rangkuman Cirebon Raya sepekan:
Belasan perjalanan kereta api mengalami keterlambatan pascakejadian Lokomotif KA Menoreh relasi Semarangtawang – Pasarsenen yang mengalami kecelakaan dengan sebuah truk di KM 201+400 petak jalan antara Stasiun Babakan – Waruduwur pada Rabu (21/1) pukul 02.47 WIB.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, evakuasi terhadap lokomotif KA Menoreh dilakukan oleh para petugas KAI dengan menggunakan Railway Crane yang didatangkan dari Dipo Lokomotif Cirebon.
“Setelah selesai dilakukan evakuasi, kondisi jalan rel di jalur hilir yang mengalami kerusakan dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Setelah dinyatakan aman, jalur hilir dapat dilewati KA dengan kecepatan terbatas 40 km perjam. Secara berangsur-angsur kecepatan KA akan dinaikan sampai kecepatan normal seiring dengan kondisi jalur yang semakin membaik,” ujar Muhib.
“Untuk jalur hulu hanya dilakukan penutupan sementara saat proses evakuasi berlangsung. Setelah selesai evakuasi langsung dapat dilewati KA dengan kecepatan normal,” tambah Muhib.
KAI Daop 3 Cirebon menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan penumpang yang menyebabkan kelambatan kedatangan sampai di tempat tujuan. KAI Daop 3 Cirebon juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga proses penanganan bisa dilaksanakan lebih cepat.
“Kepada para pengguna jalan raya kami mengimbau agar lebih disiplin dan berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang dengan berhenti terlebih dahulu, tengok kanan dan kiri, setelah aman baru berjalan. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” kata Muhib.
Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kompol Mangku Anom Sutresno mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi saat truk tangki mengalami mogok tepat di atas rel. Pada saat bersamaan, KA Menoreh tengah melaju dari arah timur menuju barat.
“Truk mengalami gangguan mesin saat mendekati perlintasan. Begitu berada di atas rel, kendaraan mati total dan tidak bisa digerakkan,” ujar Anom saat meninjau lokasi kejadian.
Anom menyebut masinis KA Menoreh telah membunyikan semboyan peringatan saat melihat adanya kendaraan di atas rel. Namun, jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari. “Masinis sudah memberikan peringatan. Sopir truk juga menyadari kereta sudah dekat, tapi kondisi kendaraan tetap tidak bisa berjalan untuk meninggalkan rel,” jelasnya.
Menyadari tabrakan tak terelakkan, sopir truk memilih menyelamatkan diri dengan melompat keluar dari kendaraannya sesaat sebelum benturan terjadi. “Sopir berupaya meninggalkan kendaraannya, namun masih terkena dampak benturan,” ungkap Anom.
Akibat insiden ini, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka, yakni sopir truk, masinis, dan asisten masinis KA Menoreh. Seluruh korban langsung dievakuasi ke RSUD Waled untuk mendapatkan perawatan medis. “Ada tiga korban luka ringan dan saat ini masih dalam penanganan medis,” kata Anom.
Kota Para Wali dihebohkan dengan beredarnya video kejadian asusila. Video viral tersebut memperlihatkan dua pria melakukan ciuman di tengah kerumunan pengunjung tempat hiburan malam di Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon belum lama ini.
Menyikapi kejadian ini, jajaran Polres Cirebon Kota bergerak cepat menyelidiki kedua pria yang terekam dalam video. Tidak lama, Polisi berhasil mengamankan kedua pria masing-masing berinisial I (25) dan Y (26) ke Mapolres Cirebon Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar memastikan peristiwa dalam video viral tersebut terjadi di wilayah hukumnya. Ia menegaskan kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti keresahan masyarakat akibat beredarnya video tak senonoh tersebut.
“Kami sudah melihat video viral yang melanggar kesusilaan oleh dua orang sesama jenis di wilayah hukum Cirebon Kota. Saat ini, kedua orang ini sudah kami amankan untuk didalami dan diperiksa,” ujar Eko di Mapolres Cirebon Kota, Kamis (22/1).
Eko mengungkapkan, langkah tegas ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab aparat dalam menjamin kepastian hukum sekaligus merespons kegelisahan warga.
“Ini menjawab keresahan masyarakat Cirebon. Kami menjamin kepastian hukum agar tindakan serupa tidak menjadi preseden buruk atau kebiasaan yang menyimpang di tengah masyarakat,” terangnya.
Eko menambahkan proses hukum masih berjalan dan pendalaman terus dilakukan oleh penyidik. “Masih kita dalami dan lakukan pemeriksaan terkait hal ini,” jelas dia.
Asyik beraktivitas disekitaran sungai, dua warga Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, dikagetkan dengan penemuan mayat perempuan yang terbujur kaku di bawah Jembatan Karangsambung, Sabtu (24/1). Peristiwa tersebut mendadak viral di media sosial dan menyedot perhatian publik.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP Aris Hermanto, membenarkan temuan tersebut. Ia menyebutkan jasad korban pertama kali ditemukan oleh dua warga setempat yang sedang beraktivitas di sungai.
Menurut Aris, awalnya kedua warga tersebut turun ke sungai untuk membersihkan sampah di bawah Jembatan Karangsambung. Namun, perhatian mereka tertuju pada sesuatu yang tersangkut di aliran sungai. Setelah didekati, mereka terkejut mendapati sosok perempuan yang sudah tidak bernyawa.
“Peristiwa diketahui dua saksi yang sedang rutin membersihkan sampah di area jembatan,” kata Aris.
Aris menambahkan, saat ditemukan, posisi jasad korban dalam keadaan telungkup. “Posisi kepala menghadap ke bawah dan kaki mengarah ke permukaan air,” tambahnya.
Temuan itu kemudian dilaporkan ke kepala desa setempat dan diteruskan ke kepolisian melalui Layanan Polisi 110. Petugas yang tiba di lokasi langsung mensterilkan area jembatan dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Identitas korban diketahui berinisial C (48), warga Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala. Pihak keluarga mengenali korban sesaat setelah proses evakuasi dilakukan oleh petugas.
Berdasarkan keterangan suaminya, korban masih berada di rumah pada pagi hari sebelum kejadian. Namun, sekitar pukul 09.00 WIB, korban sudah tidak terlihat di rumah hingga muncul kabar penemuan mayat tersebut.
“Hasil koordinasi dengan petugas Puskesmas Suranenggala, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hingga empat jam sebelum ditemukan. Dugaan sementara, korban meninggal akibat tenggelam,” pungkas Aris.







