Saat mengerjakan tugas, terkadang muncul keinginan untuk menundanya. Kebiasaan ini bisa dialami siapa saja, mulai dari pelajar hingga pekerja. Awalnya terlihat sepele, namun jika dilakukan terus-menerus, beban kerja akan menumpuk dan memicu stres.
Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda pekerjaan. Perilaku ini bukanlah sifat permanen dan bisa diubah melalui beberapa langkah, mulai dari pengelolaan waktu hingga meminimalisasi gangguan. Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab, dampak, dan cara mengatasi prokrastinasi berikut ini.
Prokrastinasi adalah tindakan menunda pengerjaan tugas hingga menit terakhir atau melewati tenggat. Berdasarkan penelitian Sirois (2023) dalam jurnal Procrastination and Stress, prokrastinasi sering digunakan sebagai strategi penghindaran untuk mengatasi emosi negatif terkait tugas. Namun, hal ini justru memicu stres tambahan akibat evaluasi diri yang negatif.
Motivasi merupakan salah satu pendorong utama seseorang untuk melakukan suatu hal. Kurangnya motivasi sangat berpengaruh terhadap munculnya prokrastinasi. Ketika motivasi rendah, seseorang cenderung tidak bersemangat, kehilangan dorongan, dan akhirnya menunda penyelesaian pekerjaan.
Dalam mengerjakan tugas atau pekerjaan, konsentrasi sangat dibutuhkan agar hasil yang diperoleh optimal dan minim kesalahan. Namun, berbagai gangguan yang menghambat fokus dapat menyebabkan konsentrasi menurun, sehingga pekerjaan menjadi tertunda.
Sikap perfeksionis juga dapat menjadi penyebab prokrastinasi. Keinginan untuk menghasilkan sesuatu yang sempurna sering kali membuat seseorang takut memulai pekerjaan karena khawatir hasilnya tidak sesuai harapan. Kondisi ini dapat memicu stres dan berujung pada penundaan.
Kurangnya rasa percaya diri turut berkontribusi terhadap perilaku menunda pekerjaan. Melansir Himanika Universitas Brawijaya, individu dengan kepercayaan diri rendah cenderung menyepelekan kemampuannya sendiri, merasa cemas, dan akhirnya kehilangan semangat untuk menyelesaikan tugas.
Ketidakmampuan mengelola waktu dengan baik sering kali membuat seseorang merasa masih memiliki banyak waktu. Akibatnya, pekerjaan ditunda hingga akhirnya menumpuk dan menimbulkan rasa kewalahan saat mendekati tenggat waktu.
Gangguan dari lingkungan sekitar, seperti suara bising, penggunaan ponsel berlebihan, atau kondisi ruang yang tidak nyaman, dapat menghambat fokus. Hal ini membuat pekerjaan sulit diselesaikan dan akhirnya ditunda ke waktu lain.
Menunda pekerjaan menyebabkan tugas yang seharusnya selesai justru bertambah banyak. Akibatnya, beban pekerjaan menjadi semakin berat.
Prokrastinasi dapat meningkatkan tingkat stres. Pekerjaan yang menumpuk ditambah waktu yang semakin sempit membuat tekanan mental semakin besar.
Penundaan pekerjaan dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan. Stres berkepanjangan dan kurang tidur akibat mengejar deadline dapat menurunkan kondisi fisik dan mental.
Mengutip dari laman Mangalyatan University Online, prokrastinasi menghabiskan waktu yang seharusnya dimanfaatkan untuk menyelesaikan tugas. Hal ini berdampak langsung pada penurunan produktivitas.
Pekerjaan yang dilakukan mendekati tenggat waktu sering kali tidak memberikan hasil terbaik. Keterbatasan waktu membuat kualitas pekerjaan menjadi kurang maksimal.
Langkah awal untuk mengatasi prokrastinasi adalah memahami alasan di balik kebiasaan menunda. Dengan mengetahui penyebabnya, solusi yang tepat dapat ditentukan secara lebih efektif.
Manajemen waktu yang baik membantu seseorang mengatur jadwal dan membagi tugas dengan lebih terstruktur, sehingga pekerjaan tidak mudah tertunda.
Mengutip dari Coursera, membuat jadwal harian atau mingguan serta menentukan skala prioritas dapat membantu menyusun pekerjaan secara lebih terarah. Metode pengerjaan dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing individu.
Motivasi positif dari dalam diri sangat penting untuk melawan prokrastinasi. Lakukan pekerjaan dengan tujuan untuk berkembang, bukan karena takut gagal atau dinilai orang lain.
Mengurangi gangguan dapat membantu meningkatkan fokus. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain mematikan televisi, membatasi penggunaan ponsel, atau memilih tempat kerja yang nyaman dan kondusif.
Pastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Kondisi fisik yang prima membantu menjaga fokus dan mengurangi keinginan untuk menunda pekerjaan.
Menunggu mood sering kali justru memperpanjang penundaan. Sebaliknya, mood biasanya akan muncul setelah mulai mengerjakan tugas.
Kebiasaan baik dapat dibentuk secara bertahap. Mulailah dengan mengerjakan satu tugas tanpa distraksi dalam waktu tertentu secara konsisten agar kebiasaan produktif dapat terbentuk.
Apa Itu Prokrastinasi?
Penyebab Prokrastinasi
1. Kurang Motivasi
2. Sulit Konsentrasi
3. Perfeksionis
4. Kurang Percaya Diri
5. Manajemen Waktu yang Buruk
6. Adanya Gangguan
Dampak Negatif Prokrastinasi
1. Pekerjaan Menumpuk
2. Stres
3. Kesehatan Memburuk
4. Menurunnya Produktivitas
5. Pekerjaan Tidak Maksimal
Cara Mengatasi Prokrastinasi
1. Mengetahui Alasan Menunda
2. Manajemen Waktu
3. Prioritaskan Tugas
4. Tetap Termotivasi
5. Jauhkan Gangguan
6. Istirahat yang Cukup
7. Jangan Menunggu Mood
8. Bangun Kebiasaan Baik yang Konsisten

Langkah awal untuk mengatasi prokrastinasi adalah memahami alasan di balik kebiasaan menunda. Dengan mengetahui penyebabnya, solusi yang tepat dapat ditentukan secara lebih efektif.
Manajemen waktu yang baik membantu seseorang mengatur jadwal dan membagi tugas dengan lebih terstruktur, sehingga pekerjaan tidak mudah tertunda.
Mengutip dari Coursera, membuat jadwal harian atau mingguan serta menentukan skala prioritas dapat membantu menyusun pekerjaan secara lebih terarah. Metode pengerjaan dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing individu.
Motivasi positif dari dalam diri sangat penting untuk melawan prokrastinasi. Lakukan pekerjaan dengan tujuan untuk berkembang, bukan karena takut gagal atau dinilai orang lain.
Mengurangi gangguan dapat membantu meningkatkan fokus. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain mematikan televisi, membatasi penggunaan ponsel, atau memilih tempat kerja yang nyaman dan kondusif.
Pastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Kondisi fisik yang prima membantu menjaga fokus dan mengurangi keinginan untuk menunda pekerjaan.
Menunggu mood sering kali justru memperpanjang penundaan. Sebaliknya, mood biasanya akan muncul setelah mulai mengerjakan tugas.
Kebiasaan baik dapat dibentuk secara bertahap. Mulailah dengan mengerjakan satu tugas tanpa distraksi dalam waktu tertentu secara konsisten agar kebiasaan produktif dapat terbentuk.







