Trotoar di Jalan Kartini, Kota Cirebon, telah ditata ulang. Jalur pejalan kaki di kedua sisi jalan itu kini terlihat lebih rapi dan dilengkapi penerangan bermotif megamendung, sementara penataan trotoar di kawasan lain, seperti Sukalila, tengah dipersiapkan untuk tahap berikutnya.
Di sepanjang Jalan Kartini, perubahan paling mencolok terlihat pada kondisi trotoar yang kini tampak lebih rapi. Trotoar tersebut dilengkapi tanaman hias yang ditata di sejumlah titik, serta jalur pemandu (guiding block) yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.
Untuk malam hari, lampu penerangan jalan bermotif megamendung telah terpasang di sepanjang ruas jalan dan membantu pencahayaan kawasan.
Perubahan tersebut dirasakan oleh warga. Hari, salah seorang warga Cirebon, mengatakan kondisi trotoar Jalan Kartini kini lebih enak dipandang dan nyaman digunakan.
“Enak dilihatnya kalau rapi begini. Buat pejalan kaki juga nyaman,” ujar Hari.
Namun, ia berharap penataan tidak hanya berhenti di Jalan Kartini. Kondisi serupa, menurut dia, juga perlu diterapkan di sejumlah kawasan lain di Kota Cirebon.
“Misalkan semua kawasan Kota Cirebon trotoarnya seperti ini kan terlihat bagus dan rapi,” ucap dia.
Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon Totong mengatakan penataan trotoar Jalan Kartini telah dikerjakan di kedua sisi jalan.
“Untuk di Jalan Kartini sudah di kiri dan kanan jalan,” kata Totong kepada infoJabar di Kota Cirebon, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, penataan tersebut merupakan bagian dari upaya penataan Kota Cirebon. Selain Jalan Kartini, penataan juga dilakukan pada trotoar di Jalan Tuparev, khususnya di sekitar gerbang masuk Kota Cirebon.
“Jadi konsep pak wali itu menginginkan agar gate (gerbang) masuk Kota Cirebon itu terlihat estetik,” kata Totong.
Selain trotoar, penerangan jalan umum bermotif megamendung di Jalan Kartini juga dipasang sebagai bagian dari penataan kawasan dan dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan.
“Kalau yang PJU tematik itu dilaksanakan oleh dishub,” terang Totong.
Sementara itu, penataan kawasan Sukalila ditargetkan dilakukan tahun ini. Menurut Totong, kawasan tersebut akan ditata secara bertahap.
“Yang sudah kami persiapkan adalah trotoar di Sukalila. Karena sebagian wilayahnya berbatasan dengan sempadan sungai, jadi mungkin nanti kita koordinasi dengan BBWS,” kata Totong.
Penataan kawasan Sukalila direncanakan diawali dengan penyusunan detail engineering design (DED), dilanjutkan dengan peninjauan hasil perencanaan, sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
“Tahun ini rencana kami di triwulan pertama membuat DED, kemudian kita review dulu hasil perencanaannya. Mudah-mudahan bulan enam sudah mulai pengerjaan fisik,” kata dia.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Adapun ruas jalan lain, seperti Jalan Wahidin, belum menjadi prioritas penataan karena kondisi trotoarnya dinilai masih relatif baru. Penataan di ruas lain akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan anggaran.
“Kalau yang di Jalan Wahidin usianya masih terbilang muda. Yang perlu disentuh sebenarnya yang di Jalan Cipto Mangunkusumo dan Jalan Siliwangi, kalau misalkan ada dananya,” kata dia.
Dalam upaya menata wajah kota, Pemerintah Kota Cirebon berencana melakukan penataan kabel yang selama ini dinilai semrawut dan mengganggu kerapian serta estetika kawasan perkotaan.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, kondisi kabel yang melintang di berbagai ruas jalan sudah tidak nyaman dilihat dan mengganggu pemandangan.
“Ke depan, pemerintah Kota Cirebon ingin membenahi kabel-kabel yang melintang di jalan. Ini sudah banyak sekali kabel-kabel. Dilihat dari estetika, untuk sebuah kota kan kurang nyaman,” kata Effendi Edo.
Edo menyebut, terdapat belasan ruas jalan di Kota Cirebon yang dinilai perlu segera dilakukan penataan kabel. “Kita sudah mengecek ke beberapa ruas jalan. Ada sekitar 15 sampai 17 ruas jalan yang memang harus kita benahi,” ungkap Edo.
Dalam hal ini, Pemkot Cirebon berencana memindahkan kabel udara ke bawah tanah agar kawasan kota terlihat lebih tertata dan rapi.
“Kita akan melakukannya dengan sistem kabel di bawah tanah. Mudah-mudahan bisa terwujud dalam waktu dekat,” ujarnya.







