Peristiwa Isra dan Mi’raj merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW. Ini hanya terjadi sekali dalam sejarah islam. Tidak ada satu makhluk pun yang pernah mengalami peristiwa serupa baik sebelum maupun setelah beliau.
Setiap tahap dari peristiwa ini dianggap ajaib, luar biasa, dan penuh pelajaran. Peristiwa ini penuh dengan hikmah dan relevansi sepanjang masa.
Peristiwa Isra Mi’raj pada dasarnya terdiri dari dua peristiwa yang berbeda. Hanya saja terjadi dalam satu malam. Namun masyarakat sekitar menganggapnya sebagai satu peristiwa yang sama dengan menggabungkan kedua kata tersebut menjadi Isra Mi’raj
Berasal dari kata suro yang bermakna di malam hari. Perjalanan Rasulullah SAW bersama Jibril dari Mekkah ke Baitul Maqdis dengan mengendarai Buraq
suatu alat yang dipakai untuk naik. Mi’raj bermakna tangga khusus yang digunakan oleh Nabi untuk naik dari bumi menuju ke atas langit, yaitu langit ke tujuh hingga ke Sidratul Muntaha yang secara harfiah adalah tumbuhan sidrah yang tak terlampaui. Disnilah Rasulullah bertemu langsung dengan Allah SWT menerima perintah sholat lima waktu yang menjadi kewajiban bagi umat muslim
Pada perjalanan Rasulullah SAW, terdapat banyak pengalaman luar biasa. Berikut beberapa peristiwa yang terjadi:
1. Pembelahan Dada
Pada waktu itu, Nabi Muhammad SAW sedang berbaring tidur, datanglah malaikat Jibril dan Mikail serta malaikat lainnya yaitu Israfil. Lalu para malaikat membawa nya ke sumur zam-zam. Lalu Malaikat Jibril membaringkan Nabi dan membelah bagian atas dada Nabi hingga bawah perutnya, dikeluarkan hatinya dan membasuhnya hingga tiga kali dengan semangkuk air zam-zam serta membersihkan apapun yang mengganggu hatinya.
Setelah semua selesai dibersihkan, Malaikat Mikail membawakan satu mangkuk terbuat dari emas dan dipenuhi oleh hikmah iman lalu menuangkan ke dada Nabi SAW, kemudian Malaikat Jibril menutup kembali dada Nabi.
2. Buraq
Lalu didatangkan Buraq, hewan berwarna putih lebih tinggi dari keledai serta lebih kecil dari baghal. Pada kedua pahanya terdapat sayap. Pada awalnya, ketika Rasulullah SAW akan menaikinya, Buraq memberontak. Lalu Jibril meletakkan tangan di atas kepalanya, dan berkata “tidakkah kau malu wahai buraq! Demi Allah tidak ada makhluk yang lebih mulia darinya yang menaikimu,” Buraq pun merasa malu, ia menjadi tenang. Lalu Nabi menaikinya. Malaikat Jibril mengiringi di sisi kanan, sedangkan Malaikat Mikail di sisi kiri.
Setelah menungganginya, segera memulai perjalanan menuju Masjidil Aqsha. Setelah sampai di Baitul Maqdis, Nabi Muhammad SAW diperintahkan Jibril melakukan sholat dua rakaat. Setelah selesai sholat, Jibril datang membawa bejana berisi khmar dan air susu. Dan Nabi memilih bejana yang berisi air susu. Jibril berkata, “Engkau telah memiih (yang sesuai) fitrah. Jika engkau memilih khmar, niscaya sesatlah umatmu.” Disinilah berakhirnya perjalanan Isra Nabi Muhammad SAW di permukaan bumi.
3. Perjalanan melalui Lapisan Langit
Setelah itu, berangkatlah Jibril dan Nabi Muhammad SAW untuk melewati tujuh lapis langit dan bertemu para Nabi terdahulu. Di langit pertama yang di sebut langit terendah atau langit dunia, beliau bertemu dengan Nabi Adam, dilangit kedua ini, bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya, dilangit ketiga, bertemu dengan Nabi Yusuf, di langit keempat beliau bertemu dengan Nabi Idris, di langit kelima bertemu dengan Nabi Harun, di langit keenam bertemu dengan Nabi Musa, dan di langit ke tujuh beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim.
4. Sidratul Muntaha
Setelah sampai di langit ketujuh, Nabi Muhammad SAW bersama Nabi Ibrahim pergi ke Sidratul Muntaha. Tempat tersebut tidak ada yang bisa menggambarkan betapa indahnya disana, sebuah tempat batas akhir pengetahuan makhluk dan awal dari kebesaran Allah SWT. Nabi Muhammad SAW pun diperlihatkan Baitul Makmur yaitu rumah yang dimana setiap harinya dimasuki oleh tujuh puluh ribu malaikat.
5. Penerimaan perintah Sholat
Nabi Muhammad SAW berangkat ke Mustawa, kehadirat Allah SWT. Disanalah beliau menerima wahyu kewajiban sholat 50 kali sehari semalam, lalu Nabi turun menemui Nabi Musa. Nabi Musa menyarankan agar mengurangi kewajiban sholat karena umat Nabi Muhammad mempunyai kemampuan yang terbatas. Beliau kembali dan meminta keringanan hingga akhirnya sholat diwajibkan sebanyak lima waktu sehari.
6. Menyaksikan Surga dan Neraka
Lalu Nabi diperlihatkan kondisi surga dan neraka. Nabi melewati suatu lembah, dan menghirup semerbak aroma yang wangi, aroma minyak misik dan suatu suara. Selanjutnya, Nabi melewati suatu lembah dan menghirup aroma busuk menyengat serta suara yang tidak menyenangkan. Sebagai pengingat umat manusia akan konsekuensi dari perbuatan baik dan buruk yang mereka lakukan selama hidup di dunia.
7. Kembalinya Nabi ke Bumi
Setelah menerima wahyu dan mengalami peristiwa luar biasa, beliau kembali ke mekkah dan melanjutkan kembali dakwahnya.
Isra Mi’raj merupakan peristiwa besar yang banyak hikmah dan pelajaran berharga bagi umat islam. Semoga peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas iman dan menguatkan hubungan kita dengan Allah SWT.







