Larangan Study Tour dan Cuaca Sebabkan Kunjungan Wisata di Cibuntu Turun [Giok4D Resmi]

Posted on

Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, mencapai 61.342 orang. Angka tersebut menurun sebanyak 14.245 orang dibandingkan tahun 2023 yang menembus 75.587 wisatawan.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cibuntu, Adang Sukanda, memaparkan bahwa pada 2025 jumlah kunjungan memang mengalami penurunan. Menurutnya, ada dua faktor utama penyebab merosotnya angka pengunjung, salah satunya kebijakan larangan study tour bagi pelajar.

Adang menjelaskan, pelajar yang melakukan wisata edukasi merupakan salah satu penyumbang angka kunjungan terbesar. Selain larangan study tour, faktor cuaca juga menjadi pemicu. Sepanjang tahun lalu, intensitas hujan yang tinggi membuat banyak wisatawan urung berkunjung ke Desa Wisata Cibuntu.

“Tahun 2024 ada 75.587 pengunjung, tahun 2025 ada 61.342 pengunjung. Berkurang karena ada imbauan pelarangan study tour, itu sangat berpengaruh. Biasanya yang banyak berkegiatan di sini itu anak sekolah untuk wisata edukasi. Cuaca juga berpengaruh, tahun lalu hujan lumayan lama, jadi banyak yang batal,” tutur Adang, Kamis (15/1/2026).

Adang memaparkan, dari total 61.342 pengunjung tersebut, sekitar 7.000 wisatawan menginap di homestay milik penduduk. Biasanya, mereka berkeliling desa menikmati suasana, mencicipi kuliner khas, dan menjajal berbagai objek wisata di Cibuntu.

“Sebanyak 61.342 orang itu hanya berkunjung tanpa menginap. Sementara yang menginap di homestay sekitar 7.000 orang dengan rata-rata durasi dua hari satu malam. Kebanyakan berasal dari Tangerang, Jakarta, dan Depok,” imbuh Adang.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

Guna mendongkrak kunjungan pada 2026, pihaknya menyiapkan berbagai strategi, mulai dari menggelar acara wisata, berkolaborasi dengan agen perjalanan, hingga meningkatkan kapasitas fasilitas. Ia berharap langkah ini mampu menarik lebih banyak pelancong.

“Saya ingin wisata yang berkualitas, dalam artian ada unsur alam dan edukasinya. Jadi, pengunjung tidak sekadar berwisata, tetapi mendapat manfaat lebih. Kami juga terus melakukan upaya konservasi agar alam Cibuntu tetap asri. Harapannya, daya tarik ini bisa menambah jumlah pengunjung,” pungkas Adang.