Tembok penahan tanah (TPT) bertuliskan Jabar Istimewa di jalur provinsi penghubung Sukabumi-Sagaranten kembali ambruk diterjang longsor, Minggu (11/1/2026). Padahal, bangunan TPT tersebut belum lama diresmikan usai dibangun sebagai bagian dari penanganan pascabencana tahun 2024.
Peristiwa longsor itu terjadi di Kampung Langkob, RT 02/10, Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak malam hingga pagi hari. TPT dengan landmark Jabar Istimewa itu sempat menjadi ikon dan tempat berswafoto warga Nyalindung.
Kepala Desa Nyalindung, Asep Supriadi, mengatakan laporan kejadian diterima sekitar pukul 10.00 WIB. Menurutnya, tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah muncul beberapa hari sebelumnya.
“Ini jalur provinsi penghubung Sukabumi-Sagaranten. Kami menerima laporan sekitar jam 10-an, longsornya cukup parah. Beberapa hari sebelumnya sudah terlihat retakan, sehingga dari pihak PU provinsi juga sudah mengimbau agar pengendara lebih berhati-hati,” kata Asep kepada infoJabar di lokasi.
Ia menjelaskan, longsoran memiliki tinggi sekitar 35 meter dengan lebar mencapai 20 meter. Akibatnya, TPT yang merupakan bagian dari program Pemprov Jabar itu ambles dan runtuh ke bawah.
“Ini sebetulnya bangunan pascabencana tahun 2024, dibangun kembali pertengahan 2025 dan baru kemarin diresmikan (sekitar satu bulan lalu). Tapi setelah hujan deras dari malam sampai sekarang, akhirnya TPT-nya ambruk lagi,” katanya.
Asep menyebut kondisi tanah di lokasi memang sangat rawan. Struktur tanah yang labil dengan kemiringan hampir 90 derajat ditambah curah hujan tinggi membuat wilayah tersebut kerap mengalami longsor dan pergerakan tanah.
“Memang kondisi tanah di sini labil, sering terjadi longsor. Di bawahnya juga ada aliran sungai, jadi abrasi ikut mempengaruhi dan berpotensi memicu longsor susulan,” jelasnya.
Meski demikian, arus lalu lintas di jalur vital tersebut masih bisa dilalui kendaraan dengan sistem satu arah. Namun, pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas.
“Alhamdulillah kendaraan masih bisa lewat satu arah, tapi tetap kami imbau agar pengendara Sukabumi-Sagaranten ekstra hati-hati,” ujarnya.
Terkait penanganan, Asep menyampaikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Barat bergerak cepat setelah menerima laporan. Hingga saat ini, petugas masih melakukan penanganan darurat di lokasi.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Sekarang masih ada yang bekerja untuk mengalihkan aliran air ke saluran drainase. Kalau tidak segera ditangani, air bisa memicu longsoran yang jauh lebih fatal,” pungkasnya.
Diketahui, TPT tersebut dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari pengamanan jalur provinsi yang kerap terdampak bencana longsor.







