Usia 20-an sering disebut fase “belajar dewasa”, termasuk urusan keuangan. Gaji pertama terasa cepat habis, tabungan sering tertunda, sementara kebutuhan hidup terus bertambah.
Di tengah situasi itu, buku finansial hadir bukan sebagai guru yang menggurui, melainkan teman diskusi yang membantu memahami uang secara lebih masuk akal.
Artikel ini merangkum empat buku finansial yang relevan, mudah dipahami, dan cocok dibaca untuk membangun pondasi keuangan pribadi sejak dini.
Buku ini banyak direkomendasikan karena bahasanya santai dan dekat dengan realitas anak muda. Erin Lowry membahas topik dasar seperti membuat anggaran, mengelola utang, hingga cara berbicara soal uang tanpa rasa canggung. Gaya penulisan yang ringan membuat isu finansial terasa lebih manusiawi dan tidak menakutkan.
Melansir Pocketsmith, Bagi yang belum tahu Erin Lowry, ia adalah pakar keuangan pribadi yang telah mendalami dan berkecimpung dalam pengelolaan uang sejak kecil. Erin membagikan pengalamannya dengan mengatur uang untuk generasi millennial, ia acap kali berkontribusi pada media besar seperti The Wall Street Journal.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
Buku Broke Millennial memberikan fondasi yang kuat untuk perjalanan keuangan kamu. Jika kamu seorang mahasiswa yang baru lulus kuliah atau seseorang yang baru mendapatkan pekerjaan pertama, buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca. Salah satu topik dalam buku ini ialah gaya penganggaran, dimana bermanfaat bagi orang-orang untuk menentukan tipe pengelolaan uang secara pribadi seperti Diet Tunai, Melacak Setiap Sen, dan Sistem Amplop.
Walaupun buku ini dirancang bagi generasi Millenial, tetapi generasi Z juga masih relevan terhadap banyak topik karena buku Broke Millenial ini membahas mengenai dasar pengelolaan keuangan terutama bagi orang-orang dengan Langkah pertama mereka dalam dunia kerja.
Beth Kobliner menawarkan panduan yang lebih sistematis. Buku ini membahas keuangan pribadi secara menyeluruh, mulai dari tabungan, kredit, asuransi, hingga investasi dasar. Istilah teknis dijelaskan dengan bahasa sehari-hari, sehingga tetap ramah untuk pembaca non-ekonomi.
Dalam konteks lokal, isu seperti pengelolaan utang konsumtif juga sering disorot melalui laporan OJK tentang literasi keuangan generasi muda. Buku ini relevan sebagai pegangan awal sebelum masuk ke pembahasan yang lebih teknis.
Meski judulnya provokatif, isi buku ini fokus pada kebiasaan finansial berkelanjutan. Ramit Sethi menekankan otomatisasi tabungan, pengeluaran sadar, dan perencanaan jangka panjang. Buku ini cocok untuk pembaca yang mulai berpikir soal stabilitas finansial tanpa harus hidup terlalu irit.
Melansir Elite Top10, Buku karya Ramith Sethi ini merupakan karya klasik modern dalam bidang keuangan pribadi, khususnya bagi generasi millennial dan Gen Z. Buku dikenal santai dalam pembawaannya, pasalnya Sethi menggabungkan saran praktis dengan humor dan contoh dunia nyata untuk membuat keuangan pribadi lebih mudah dipahami dan tidak terlalu menakutkan.
Ada beberapa hal penting yang dapat dipelajari dari buku ini:
– Otomatiskan tabungan, investasi, dan pembayaran tagihan kamu.
– Belanjakan uang secara berlebihan pada hal yang kamu sukai, tetapi pangkas biaya tanpa alas an untuk hal-hal yang tidak penting
– Strategi investasi sederhana dan berbiaya rendah.
Buku Sethi ” I Will Teach You To Be Rich” ini menjabarkan program enam minggu yang mencakup segala hal, mulai dari membuka rekening bank tanpa biaya hingg mengotomastikan investasi. Ia menekankan bahwa memulai, meskipun tidak sempurna, lebih baik daripada tidak melakukan apa pun.
Bagi pecinta buku non-fiksi, siapa yang tidak tahu mengenai Morgan Housel. Buku The Psychology of Money banyak diminati oelh Gen Z karena bahasanya yang sederhana, juga acap kali direkomendasikan oleh banyak influencer. Buku karya Morgan Housel ini mengupas aspek emosional dan psikologis dari keuangan pribadi. memahami elemen-elemen ini sangat penting bagi kaum muda yang ingin membuat keputusan keuangna yang bijak dan selaras dengan tujuan jangka Panjang mereka.
Menariknya, buku menjelaskan mengenai keuangan pribadi sebenarnya lebih berkaitan dengan perilaku daripada pengetahuan. Cara kita mengelola uang lebih banyak dipengaruhi oleh faktor emosional sehingga menyebabkan kita untuk impulsif. Buku The Psychology of Money ini juga menekankan kekuatan berpikir jangka Panjang dan efek majemuk. Morgan Housel mengingatkan untuk senantiasa menghindari inflasi gaya hidup atau biasa disebut impulsif dan Fear Of Missing Out (FOMO).
“Psikologi Uang” menawarkan bab-bab singkat dan mendalam yang mengungkap bagaimana perilaku manusia memengaruhi kesuksesan finansial. Housel menekankan bahwa menguasai emosi sama pentingnya dengan menguasai pengetahuan finansial. Penekanan buku ini pada kerendahan hati, kesabaran, dan disiplin menjadikannya sangat berharga bagi pembaca muda.
Di Indonesia khususnya Jawa Barat, tingkat demografi umur 20-an yang produktif begitu mendominasi. Pada umur segitu, telah memasuki masa dewasa dan awal-awal karir mereka di dunia profesional. Ada baiknya kamu membaca buku ini sedini mungkin sebagai batu loncatan untuk mengelola uang dengan baik sebelum mendapatkan gaji pertama kamu.u







