Ini Alasan Trump Tarik AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Posted on

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk menarik mundur negaranya dari 66 organisasi internasional. Manuver ini menandai kian mundurnya Washington dari kerja sama global.

Trump, seperti dilansir Associated Press, Jumat (9/1/2026), telah menandatangani perintah eksekutif yang menangguhkan dukungan AS untuk 66 organisasi internasional, badan juga komisi global, menyusul peninjauan pemerintahannya terhadap partisipasi dan pendanaan untuk semua organisasi internasional.

Sebagian besar yang menjadi target dari perintah eksekutif terbaru Trump itu merupakan organisasi, badan, komisi, panel penasihat yang terkait dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang fokus pada iklim, tenaga kerja, migrasi, dan isu-isu lainnya.

Dua di antaranya adalah badan kependudukan PBB dan perjanjian PBB yang menetapkan negosiasi iklim internasional, Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC).

Organisasi yang menjadi target itu, menurut pemerintahan Trump, dikategorikan sebagai organisasi yang berupaya memenuhi kebutuhan keberagaman dan inisiatif “woke”.

Sejumlah organisasi lainnya yang tak terkait PBB, atau non-PBB, yang juga menjadi target kebijakan itu mencakup Kemitraan Kerja Sama Atlantik, Institut Internasional untuk Demokrasi dan Bantuan Pemilu, dan Forum Kontraterorisme Global.

Departemen Luar Negeri AS menjelaskan alasan di balik keputusan menarik Washington dari puluhan organisasi internasional tersebut.

“Pemerintahan Trump telah mendapati bahwa lembaga-lembaga ini berlebihan dalam cakupannya, salah urus, tidak diperlukan, boros, dikelola dengan buruk, dikuasai oleh kepentingan aktor-aktor yang memajukan agenda mereka sendiri yang bertentangan dengan agenda kita, atau merupakan ancaman bagi kedaulatan, kebebasan, dan kemakmuran umum bangsa kita,” sebut Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya.

Keputusan Trump untuk menarik AS dari organisasi-organisasi yang mendorong kerja sama antar negara untuk mengatasi tantangan global, muncul ketika pemerintahannya meluncurkan upaya militer atau melontarkan ancaman yang telah mengguncang sekutu dan musuh, termasuk penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dan ambisinya menguasai Greenland.

Kebijakan ini menjadi penarikan dukungan terbaru AS di bawah pemerintahan Trump. Sebelumnya, pemerintahan Trump menangguhkan dukungan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dan badan kebudayaan PBB, UNESCO.

Artikel ini telah tayang di

Penjelasan Deplu S