Sejumlah wilayah di Jawa Barat masih dilanda bencana banjir, seperti di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi. Di dua daerah itu, banjir melanda di sejumlah kecamatan hingga mengakibatkan lebih dari 8.595 kepala keluarga (KK) terdampak.
“Di Karawang yang terdampak itu 12 kecamatan, 23 desa dan 3.932 KK yang terdampak. Kemudian di Bekasi yang terdampak 16 kecamatan, 33 desa ada 4.672 KK,” ucap Sekda Jawa Barat Herman Suryatman, Senin (19/1/2025).
Banjir yang terjadi di Karawang dan Bekasi terjadi karena tingginya intensitas hujan pada hari Minggu (18/1) kemarin. Banjir diperparah jebolnya tanggul Sungai Kalimalang di Karawang dua hari sebelumnya.
Herman menuturkan, Pemrpov Jabar telah mengirim bantuan berupa bronjong untuk memperbaiki tanggul sungai yang jebol. Di samping itu, sejumlah bantuan logistik juga telah disalurkan untuk membantu warga terdampak.
“Kita sudah membuka dapur umum di Karawang dan Bekasi, 35 paket logistik sembako kita kirim sebelumnya sudah 50 jadi 85 paket logistik sudah diluncurkan di Karawang, begitu juga di Bekasi 85 paket. Kita kirim juga 50 bronjong di karawang dan bekasi,” ujarnya.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Banjir yang terjadi di Karawang dan Bekasi menurut Herman menjadi atensi khusus dari Pemrpov Jabar. Dia mengatakan telah berupaya melakukan revitalisasi sungai untuk mencegah banjir.
Namun untuk saat ini, Herman menegaskan pemerintah akan lebih dulu fokus menangani warga yang terdampak.
“Nanti berikutnya setelah warga, Pemda Jabar dengan pemda setempat melakukan normalisasi sungai yang dipandang menjadi penyebab. Sebelumnya Karawang dan Bekasi sudah jadi atensi, beberapa sungai sudah dilebarkan, yang dangkal dikeruk,” katanya.
“Tapi tentu belum tuntas semua dan banjir masih ada dan kita lanjutkan dengan target Bekasi Karawang bebas banjir,” lanjutnya.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Jabar Teteh Ali Mulku Engkun menjelaskan banjir saat ini masih menggenang dengan ketinggian antara 30 sentimeter hingga 1 meter di beberapa kecamatan.
“Di beberapa tempat kondisi terakhir ketinggian muka air 50 sentimeter, ada juga beberapa yang 30 sentimeter di Parungsari, Mulya Jaya, Teluk Jambe berkisar 30 sentimeter sampai 1 meter di Karawang barat,” ungkapnya.
Namun menurutnya, ketinggian banjir yang terjadi kali ini menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu terjadi karena telah dilakukan revitalisasi sungai maupun pembongkaran bangunan liar di wilayah Bekasi dan Karawang.
“Ini teh berkurang dari tahun sebelumnya, jadi tahun sebelumnya bisa 150 sentimeter. Ini mungkin bagian dari pada upaya dari pemerintah mitigasi struktural dengan normalisasi sungai dan bangli,” ungkapnya.







