Garam merupakan salah satu bahan yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan sering digunakan sebagai bumbu pada banyak makanan. Tanpa garam, makanan akan terasa hambar dan kurang menggugah selera.
Garam sendiri berasal dari proses alami, seperti penguapan air laut ataupun proses lainnya. Dari proses tersebut, dihasilkan berbagai jenis garam dengan karakteristik yang berbeda, mulai dari warna putih, merah muda, hingga hitam, serta tekstur yang halus maupun kasar.
Setiap jenis garam memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing, baik untuk memasak, pengawetan makanan, maupun keperluan lainnya.
1. Garam Meja
Garam meja merupakan garam yang umum, mudah ditemukan, dan dapat digunakan sebagai bumbu untuk makanan. Garam ini memiliki tekstur yang halus akibat proses pemurnian secara intensif. Dalam proses tersebut, zat alami seperti kalsium dan magnesium dihilangkan, lalu ditambahkan bahan anti-penggumpalan agar garam tidak mudah menggumpal.
Garam meja memiliki rasa yang asin dan biasanya ditambahkan yodium. Yodium merupakan zat penting dalam pembentukan hormon tiroid. Hormon tersebut berfungsi mengatur metabolisme serta membantu proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
Mengutip Chef & Dish, kekurangan asupan yodium dapat menyebabkan gangguan pada kelenjar tiroid, masalah pertumbuhan, serta berbagai gangguan kesehatan lainnya.
2. Garam Asap
Garam asap merupakan garam yang diasapi di atas kayu. Rasa yang dihasilkan oleh garam ini bergantung pada kayu yang digunakan dan berapa lama proses pengasapan dilakukan. Garam ini dapat digunakan dalam masakan yang gurih, seperti daging untuk menambahkan rasa lezat dengan cita rasa khas hasil pengasapan. Mengutip dari Escoffier, garam asap sering dibuat dari garam kosher atau garam laut kasar.
3. Garam Laut
Garam laut merupakan garam yang diolah dengan cara menguapkan air laut dengan pemrosesan yang minimal, sehingga kandungan mineralnya tetap bertahan dan tidak hilang. Garam ini memiliki tekstur yang lebih kasar dan dapat digunakan dalam pembuatan makanan ataupun sebagai taburan pada makanan, karena tekstur dan rasanya.
Garam jenis ini mengandung mineral mikro yang dapat meningkatkan rasa serta mengandung natrium sekitar 40 %.
4. Garam Celtic
Selanjutnya ada garam celtic. Garam ini memiliki warna abu-abu yang khas, serta kaya akan kandungan mineral. Garam ini berasal dari pantai Brittany, Prancis. Garam ini tidak dimurnikan secara intensif, tetapi dipanen langsung dengan tangan.
Akibat pemurnian yang tidak dilakukan secara intensif, garam ini mengandung sekitar 80 mineral dalam jumlah kecil. Mineral tersebut dapat memberikan rasa dan juga beberapa manfaat untuk tubuh. Beberapa manfaat yang diberikan oleh jenis garam ini yaitu memiliki sifat anti inflamasi, meningkatkan kesehatan pernapasan, serta meningkatkan kekebalan tubuh.
5. Garam Hitam
Garam hitam atau dikenal sebagai kala namak merupakan jenis garam yang memiliki warna gelap, seperti abu-abu, bukan benar-benar hitam. Garam hitam adalah jenis garam batu vulkanik dan banyak ditemukan di Asia Selatan, seperti India, Pakistan, Nepal, dan Bangladesh.
Garam ini dimasak pada tungku sehingga memiliki aroma dan rasa khas seperti telur karena mengandung sulfur. Ketika ditambahkan pada makanan, garam ini akan memberikan rasa yang unik, meskipun rasa belerangnya akan sedikit berkurang ketika sudah dimasak.
6. Garam Pink Himalaya
Selanjutnya, terdapat garam pink Himalaya. Sesuai dengan namanya, garam ini memiliki warna pink yang unik dan tekstur yang kasar. Warna pink yang dimiliki oleh garam ini berasal dari kandungan zinc oxide. Garam ini ditambang dari pegunungan Himalaya, sebagian besar di Pakistan.
Garam ini biasanya digunakan sebagai taburan pada makanan, karena memiliki rasa yang tidak terlalu kuat dan juga terasa lembut, sehingga dapat membuat makanan terlihat lebih indah. Selain itu, garam ini juga dapat digunakan untuk memasak atau memanggang. Garam ini juga diyakini memiliki kualitas nutrisi yang baik.
7. Garam Kosher
Jenis garam yang berikutnya adalah garam kosher, garam ini memiliki butiran yang lebih besar dan kasar. Garam kosher tidak mengandung yodium karena zat tersebut hilang saat proses pengeringan dan tidak ditambahkan kembali.
Butiran pada garam ini juga mudah menempel, merata pada makanan, serta mudah untuk diambil dengan tangan karena teksturnya yang kasar. Garam ini bagus untuk membumbui daging sebelum dimasak.
Nama kosher pada garam ini berasal dari penggunaannya dalam proses pengolahan daging sesuai aturan makanan Yahudi.
8. Garam Batu
Garam ini memiliki ukuran yang besar dan tekstur yang kasar. Jenis garam ini biasa digunakan untuk keperluan di luar hidangan, seperti digunakan dalam mesin es agar pembekuan lebih cepat serta mengawetkan daging dan keju.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Itulah jenis-jenis garam yang dapat digunakan dalam keseharian. Tidak hanya sebagai penyedap rasa yang memiliki satu jenis, garam juga memiliki berbagai jenis yang berbeda. Mulai dari garam dapur untuk memasak, garam laut, garam celtic, garam hitam, serta garam batu untuk keperluan tertentu.
