Polda Jabar mendirikan Pos Disaster Victim Identification (DVI) di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Pos yang terdiri dari unit Ante Mortem dan Post Mortem ini dioperasikan untuk mempercepat proses identifikasi korban secara profesional dan terkoordinasi.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyebutkan sejauh ini Pos DVI telah menerima 10 kantong jenazah. “Enam kantong jenazah telah teridentifikasi, terdiri dari lima jenazah utuh dan satu bagian tubuh. Sementara empat kantong lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI,” kata Hendra, Minggu (25/1/2024).
Hendra menambahkan, proses identifikasi dilakukan dengan standar prosedur operasional (SOP) yang ketat. Pihaknya melibatkan tenaga medis, ahli forensik, serta dukungan teknologi untuk memastikan keakuratan data.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada korban maupun keluarga, agar proses identifikasi berjalan cepat, akurat, dan manusiawi,” jelasnya.
Selain Pos DVI, Polda Jabar juga menyiagakan Pos Pelayanan Kesehatan di lokasi pengungsian. Fasilitas ini ditujukan untuk membantu warga terdampak yang membutuhkan medis darurat serta pemulihan kesehatan pascakejadian.
“Kami ingin memastikan para pengungsi mendapatkan layanan kesehatan yang layak, sekaligus mendukung pemulihan kondisi mereka pascabencana,” tegas Hendra.
Adapun identitas enam korban yang telah berhasil diidentifikasi adalah sebagai berikut:
1. Suryana (Laki-laki, 57 tahun), warga.
2. Jajang Tarta (Laki-laki, 35 tahun), warga.
3. Dadang Apung (Laki-laki, 60 tahun), warga.
4. Nining (Perempuan, 40 tahun), warga.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
5. Nurhayati (Perempuan, 42 tahun), warga.
6. M. Kori (Laki-laki, 30 tahun), teridentifikasi melalui bagian tubuh (tangan).







